HOME  ⁄  Nasional

Dokter Ungkap Obesitas dan Gaya Hidup Tidak Sehat Tingkatkan Risiko Hipertensi di Usia Muda

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dokter Ungkap Obesitas dan Gaya Hidup Tidak Sehat Tingkatkan Risiko Hipertensi di Usia Muda
Foto: (Sumber :Arsip Foto - Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah santri dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren An Nur, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (19/6/2026). (ANTARA/Rahid Putra Laksana).)

Pantau - Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM, mengingatkan bahwa obesitas dan gaya hidup tidak sehat menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko hipertensi pada usia muda.

Menurutnya, kasus tekanan darah tinggi kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang lebih sering terjadi pada usia lanjut.

Obesitas dan Minuman Berenergi Jadi Pemicu

Dr. Anindia menjelaskan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, minuman beralkohol, serta kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko hipertensi sejak usia muda.

Selain itu, konsumsi minuman berenergi secara berlebihan juga berpotensi memicu kenaikan tekanan darah.

Minuman berenergi umumnya mengandung kadar kafein dan gula yang tinggi sehingga dapat meningkatkan denyut jantung dan beban kerja jantung.

“Lama-kelamaan bila kita mengkonsumsi energy drink secara terus-terusan, maka akan terjadi peningkatan tekanan darah, kekakuan pembuluh darah, sehingga efek jangka panjang bisa menimbulkan hipertensi,” kata dr. Anindia di Jakarta, Senin (22/6).

Ia mengungkapkan angka kejadian hipertensi pada kelompok usia muda saat ini tergolong cukup tinggi berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Data tersebut menunjukkan prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah mencapai sekitar 10 persen pada kelompok usia 18 hingga 24 tahun.

Sementara pada kelompok usia 25 hingga 30 tahun, prevalensinya mencapai sekitar 17 persen.

“Kalau dulu mungkin masih dijumpai di sekitar umur 50-an tahun, tapi sekarang sudah mulai di usia 20 sampai 30-an tahun sudah banyak kita jumpai tekanan darah sudah lebih dari 140/90 mmHg,” katanya.

Terapkan Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Hipertensi

Dr. Anindia menekankan perubahan gaya hidup menjadi langkah penting untuk mencegah dan mengurangi risiko hipertensi pada usia muda.

Ia menyarankan masyarakat menerapkan pola makan rendah garam dan rutin berolahraga setidaknya 150 menit setiap minggu.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk tidak merokok maupun menggunakan vape serta menjaga berat badan agar tetap ideal.

Bagi mereka yang tekanan darahnya tetap tinggi meskipun telah menjalani pola hidup sehat, dr. Anindia menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang sesuai.

Menurut dia, pengendalian faktor risiko seperti obesitas dan pola hidup tidak sehat juga dapat membantu mengurangi kebutuhan penggunaan obat hipertensi.

“Bila faktor risiko yang lain seperti obesitas dan gaya hidup bisa kita imbangi, maka dosis obat hipertensinya bisa kita kurangi perlahan sampai pasien terlepas dari penggunaan obat hipertensi, kalau memang penyebab dari hipertensi tersebut gaya hidup yang tidak baik,” kata dr. Anindia.

Penulis :
Aditya Yohan