HOME  ⁄  Nasional

Ankara Perketat Keamanan Jelang KTT NATO, Aktivitas Warga Diperkirakan Terganggu

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ankara Perketat Keamanan Jelang KTT NATO, Aktivitas Warga Diperkirakan Terganggu
Foto: (Sumber :Orang-orang berjalan di sebuah jalan di Ankara, Turki, 3 Juli 2024. ANTARA/Xinhua/Mustafa Kaya.)

Pantau - Pemerintah Turki menerapkan pengamanan ketat dan pembatasan aktivitas di Ankara menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO pada 7-8 Juli 2026 yang diperkirakan berdampak pada mobilitas dan kehidupan sehari-hari warga ibu kota.

KTT tersebut akan mempertemukan para pemimpin dari 32 negara anggota NATO beserta ribuan delegasi, personel keamanan, jurnalis, dan staf pendukung, menjadikannya salah satu agenda internasional terbesar yang pernah digelar di Ankara.

Keamanan Diperketat dan Aktivitas Publik Dibatasi

Pemerintah Turki mengerahkan sekitar 70.000 personel keamanan selama penyelenggaraan KTT.

Kantor Gubernur Ankara juga melarang seluruh bentuk pertemuan, demonstrasi, aksi duduk, unjuk rasa, dan kegiatan serupa mulai 28 Juni hingga 10 Juli.

Konser, festival, serta berbagai kegiatan publik berskala besar turut dibatasi, sementara penutupan sejumlah ruas jalan dan pengendalian lalu lintas diberlakukan di sekitar lokasi KTT, hotel para delegasi, dan jalur transportasi utama.

Pemerintah juga merenovasi bekas bandara militer di Ankara untuk melayani penerbangan protokol serta memberikan cuti administratif bagi pegawai sektor publik di distrik pusat kota pada 6 hingga 12 Juli guna mengurangi kepadatan lalu lintas.

Warga Khawatir Kemacetan dan Gangguan Mobilitas

"Saya berangkat dari rumah lebih awal setiap pagi untuk menghindari kemacetan, tetapi selama KTT berlangsung, saya tidak tahu berapa lama waktu yang akan saya habiskan di perjalanan," ujar dokter gigi Gamze Gursoy.

Fisioterapis Atilgan Koyuncu mengatakan para pegawai di kliniknya telah menyiapkan rencana darurat apabila pembatasan menghambat perjalanan menuju tempat kerja.

"Jika pembatasannya luas, beberapa orang mungkin tidak dapat mencapai tempat kerja atau menemui pasien mereka," ungkapnya.

Pakar keamanan Ozgur Eksi menilai penyelenggaraan KTT dengan puluhan kepala negara membutuhkan pengamanan luar biasa meski berdampak pada aktivitas masyarakat.

"Menjadi lokasi pertemuan puluhan kepala negara dan pemerintahan secara bersamaan menghadirkan tantangan keamanan yang sangat besar. Hal ini tentu saja menimbulkan gangguan bagi warga setempat," katanya.

Ia menambahkan, "Tantangannya adalah meminimalisir dampak terhadap kehidupan sehari-hari sembari memastikan standar keamanan."

Penulis :
Ahmad Yusuf