HOME  ⁄  Nasional

Syarif Fasha Menilai Daerah Penghasil Batubara Belum Berdaulat Energi dan Soroti Ketimpangan Kelistrikan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Syarif Fasha Menilai Daerah Penghasil Batubara Belum Berdaulat Energi dan Soroti Ketimpangan Kelistrikan
Foto: (Sumber :Anggota Komisi XII Syarif Fasha, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, di Ruang Rapat Komisi XII DPR RI, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Jaka/Karisma.)

Pantau - Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha menilai daerah penghasil batubara di Indonesia belum berdaulat energi karena masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik meski memiliki sumber daya energi yang melimpah, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya tersebut membahas peta jalan penguatan sistem kelistrikan nasional yang dalam paparan PLN banyak berfokus pada penguatan sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali), termasuk pembangunan pembangkit baru dan penambahan kapasitas Battery Energy Storage System (BESS).

Jambi Dinilai Belum Berdaulat Energi

Syarif Fasha mencontohkan kondisi Provinsi Jambi yang memiliki cadangan batubara besar, tetapi masih bergantung pada sistem interkoneksi pasokan listrik dari Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.

Ia juga menyinggung gangguan interkoneksi yang pernah terjadi di Jambi akibat putusnya kabel serta menyebut kondisi serupa masih dialami sejumlah wilayah di Kalimantan yang mengalami pemadaman bergilir meski memiliki sumber daya batubara melimpah.

Ia mengungkapkan, “Jambi itu energinya, sumber energinya besar, tetapi masih interkoneksi mengandalkan sumber dari Sumatera Selatan dan Sumbar. Kapan di Jambi ini akan berdaulat energinya? Yang melimpah batubaranya, kapan PLTU mulut tambang ini di Jambi akan didedikasikan?”

DPR Dorong Pemerataan Infrastruktur Kelistrikan

Fasha meminta pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga memperhatikan wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua yang memiliki potensi sumber daya energi besar.

Ia mengatakan, “Indonesia bukan hanya punya Pulau Jawa, tetapi ada Sumatra, ada Kalimantan, ada Papua. Ini yang perlu disikapi.”

Dalam kesimpulan rapat, Komisi XII DPR RI mendorong Direktur Utama PT PLN (Persero) meningkatkan keandalan dan ketahanan pasokan listrik nasional, khususnya pada sistem Jamali, Sumatera, Kalimantan, dan wilayah lainnya agar tidak kembali terjadi blackout maupun pemadaman bergilir yang signifikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf