
Pantau - Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto mendesak PT PLN (Persero) membuka data teknis kelistrikan di setiap wilayah, termasuk kapasitas daya mampu pasok, cadangan operasi, dan stok batubara sesuai spesifikasi kalori, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya tersebut membahas ketahanan dan keandalan pasokan listrik nasional, termasuk roadmap penguatan sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) yang ditargetkan memiliki kapasitas hingga 55 gigawatt pada 2030.
DPR Minta Data Kelistrikan Disampaikan Secara Terbuka
Sigit meminta PLN tidak hanya menyampaikan data agregat nasional, tetapi juga memaparkan kondisi setiap pembangkit secara rinci agar DPR dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai ketahanan pasokan listrik nasional.
Ia mengungkapkan, “Sekarang juga harus disampaikan berapa megawatt yang mampu dilakukan, itu juga harus disampaikan, berapa cadangan operasinya, berapa stok batubara sesuai spesifikasinya.”
Menurutnya, keterbukaan data tersebut penting untuk mengevaluasi kesiapan sistem kelistrikan sekaligus memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit listrik.
Soroti Pasokan Batubara dan Pembayaran kepada Mitra
Sigit juga mengaitkan permintaan tersebut dengan isu yang berkembang di kalangan pelaku usaha batubara mengenai berkurangnya pasokan ke pembangkit PLN akibat penurunan produksi.
Ia menilai persoalan pasokan energi primer tidak hanya berkaitan dengan kesiapan mesin pembangkit, tetapi juga menyangkut rantai pasok mulai dari bahan bakar, jaringan transmisi, pemeliharaan, hingga kontrak dengan mitra penyedia.
Sigit turut mempertanyakan kondisi pembayaran PLN kepada Independent Power Producer (IPP) dan pemasok energi sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi akar persoalan pasokan listrik.
Ia mengatakan, “Kira-kira di tubuh PLN ada enggak tekanan pembayaran kepada IPP serta pemasok energi.”
Dalam kesimpulan rapat, Komisi XII DPR RI mendorong Direktur Utama PT PLN (Persero) meningkatkan keandalan dan ketahanan pasokan listrik nasional melalui penguatan infrastruktur ketenagalistrikan, peningkatan kapasitas pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi, serta penerapan sistem operasi yang efisien dan adaptif terhadap pertumbuhan kebutuhan listrik nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





