
Pantau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP Persagi) untuk mencetak wirausaha di bidang gizi atau nutripreneur guna memperkuat ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kolaborasi Dorong Lahirnya Ahli Gizi Berjiwa Wirausaha
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Adha Damanik mengatakan kerja sama tersebut diharapkan melahirkan tenaga ahli gizi yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu membangun usaha dan membuka lapangan pekerjaan.
"Kami menyambut inisiatif Persagi untuk membangun kerja sama dalam kerangka mendorong lahirnya nutripreneur yang memiliki keahlian terkait gizi dan di sisi lain menjadi pengusaha yang berkontribusi terhadap ekonomi daerah," ungkap Riza.
Untuk mendukung program tersebut, Kementerian UMKM menyiapkan tiga langkah utama, yakni penguatan inkubasi usaha, pendataan melalui platform SAPA UMKM, serta pengembangan jejaring inkubator bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dan perguruan tinggi berbasis kesehatan.
Menurut Riza, proses inkubasi menjadi tahapan penting karena memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan melalui Program Kewirausahaan dan Penciptaan Lapangan Kerja (Prokersa).
"Harapannya program ini juga menyasar ahli-ahli gizi atau nutripreneur yang akan kita lahirkan ke depan," katanya.
Riza menjelaskan platform SAPA UMKM akan digunakan untuk mendata pelaku usaha secara lebih akurat sehingga pemerintah dapat memberikan layanan usaha yang lebih tepat, memperluas akses pengembangan usaha, dan menghadirkan layanan yang lebih inklusif, khususnya bagi UMKM sektor pangan.
Program MBG Dinilai Perkuat Gizi dan Ekonomi Daerah
Riza juga mengapresiasi pelaksanaan Program MBG di Jawa Timur yang dinilai berhasil memperluas jangkauan program sekaligus melibatkan berbagai pelaku dalam rantai pasok pangan, mulai dari petani, nelayan, peternak, pekebun, pedagang pasar, hingga pelaku UMKM.
"Skema tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah," ujarnya.
Ketua Umum DPP Persagi Doddy Izwardy mengatakan kolaborasi dengan Kementerian UMKM merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan gizi melalui pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang gizi sekaligus jiwa kewirausahaan.
Menurut Doddy, Persagi ingin memastikan berbagai program gizi nasional terus dikawal dengan pendekatan ilmiah agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Ia menambahkan hasil Temu Ilmiah Nasional II Persagi akan dirumuskan menjadi rekomendasi kepada pemerintah untuk mendukung pembangunan gizi nasional, mempercepat penurunan stunting, serta mendukung pencapaian target Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Shila Glorya





