
Pantau - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pemerintah memperkuat pengembangan food estate di Kalimantan Tengah melalui penerapan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) lintas sektor guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dan mendukung swasembada pangan.
Pemerintah Terapkan Manajemen Risiko dalam Pengembangan Food Estate
Hanif mengatakan pemerintah berupaya menutup berbagai celah yang menyebabkan proyek food estate sebelumnya belum mencapai hasil yang optimal melalui penerapan sistem manajemen risiko.
Hanif menyatakan, "Pemerintah berupaya menutup berbagai celah yang menyebabkan proyek sebelumnya tidak mencapai hasil optimal. Salah satu langkahnya ialah menerapkan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) lintas sektor."
Pemerintah memastikan proyek Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KPEAN) di Kalimantan Tengah dilengkapi dengan sistem manajemen risiko.
Hanif menjelaskan proyek KPEAN atau food estate telah beberapa kali dijalankan, yakni pada 1995, 1999, 2020, dan kembali dilanjutkan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hanif mengatakan, "Semuanya belum membuahkan hasil yang memuaskan, mulai tahun 1995, kemudian tahun 1999, 2020, dan hari ini.”
Menurut Hanif, pengembangan proyek tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, serta Kejaksaan Agung.
Pemerintah juga memfokuskan pengembangan food estate pada lahan di luar kawasan hutan yang telah melalui kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama kementerian terkait sejak 2020.
Swasembada Pangan Dikembangkan di Sejumlah Wilayah
Hanif mengatakan pengembangan food estate di Kalimantan Tengah membuat program swasembada pangan tidak hanya terpusat di Papua Selatan, tetapi juga mencakup empat provinsi.
Hanif menyatakan, "Apa yang dicita-citakan dalam nawacita Bapak Presiden untuk membangun ketahanan pangan kita memang harus benar-benar serius kita bangun pada kondisi yang seperti ini.”
Hanif menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas nasional.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mengembangkan proyek food estate di Papua, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Setiap daerah difokuskan menghasilkan komoditas sesuai karakteristik lahannya.
Di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, pemerintah mengembangkan komoditas kentang, bawang putih, dan bawang merah.
Sementara itu, kawasan food estate di Kalimantan Tengah difokuskan untuk produksi padi dan singkong.
- Penulis :
- Gerry Eka





