HOME  ⁄  Nasional

Kompolnas Duga Tiga Anggota Polres Katingan Dibunuh saat Operasi Pengungkapan Kasus Narkoba

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kompolnas Duga Tiga Anggota Polres Katingan Dibunuh saat Operasi Pengungkapan Kasus Narkoba
Foto: (Sumber :Komisioner Kompolnas mengecek langsung tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya anggota Polres Katingan, Kalimantan Tengah, saat sedang bertugas. (ANTARA/HO-Kompolnas).)

Pantau - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menduga tiga anggota Polres Katingan, Kalimantan Tengah, meninggal dunia karena dibunuh oleh terduga pelaku narkoba saat menjalankan operasi pengungkapan kasus peredaran narkotika.

Kompolnas Temukan Ceceran Darah di Lokasi Kejadian

Komisioner Kompolnas Supardi Hamid mengatakan dirinya bersama Komisioner Kompolnas Choirul Anam telah meninjau langsung tempat kejadian perkara dan menemukan ceceran darah yang mengarah ke sungai.

Menurut Supardi, temuan tersebut membantah dugaan bahwa ketiga anggota polisi meninggal akibat tenggelam.

"Tesis bahwa para korban ini melarikan diri ke sungai dan kemudian mati tenggelam adalah tidak terbukti."

Ia mengungkapkan, "Justru terbantahkan dari fakta di sini di mana kita menemukan ceceran darah yang kemudian ceceran darah itu kemudian berakhir di sungai."

Supardi menduga para korban dibunuh sebelum jasadnya dibuang ke sungai.

"Artinya ini adalah secara jelas masuk ke dalam kategori intentionally killing yang dilakukan oleh para bandar narkoba ini untuk menghabisi para petugas kepolisian dan baru kemudian dibuang ke sungai."

Tiga Anggota Polri Gugur saat Operasi Narkoba

Tiga anggota Polres Katingan yang gugur dalam operasi tersebut adalah Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana yang telah menerima kenaikan pangkat luar biasa anumerta.

Peristiwa bermula pada Rabu (1/7) ketika Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Hasil penyelidikan mengarah kepada terduga pelaku berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.

Saat tim melakukan penangkapan pada Kamis dini hari, petugas mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam.

Situasi kemudian memburuk ketika keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga diduga ikut menyerang petugas menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya.

Dalam proses evakuasi, sembilan personel berhasil diselamatkan, sedangkan tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas.

Penulis :
Aditya Yohan