HOME  ⁄  Nasional

DPR Tunggu Klarifikasi Mundurnya Dirut PT Pos Indonesia

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

DPR Tunggu Klarifikasi Mundurnya Dirut PT Pos Indonesia
Foto: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto memberi keterangan pers usai rapat di Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (PANTAU/Khalied Malvino)

Pantau - Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph mengundurkan diri setelah menjabat kurang dari tiga bulan. Perubahan cepat ini memicu perhatian terhadap stabilitas kepemimpinan serta kondisi internal perusahaan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto merespons kabar tersebut dengan sikap hati-hati terhadap informasi yang beredar.

"Kami tidak mau berspekulasi dengan berita-berita yang ada di sosial media dan lain-lain," ujarnya kepada wartawan usai rapat di Komisi Vi DPR RI, Rabu (8/7/2026).

Ia kemudian menyinggung kedekatan waktu antara rapat dengan direksi dan munculnya kabar pengunduran diri.

"Jadi sebelum kami menerima berita Dirut PT Pos mengundurkan diri, kira-kira seminggu sebelumnya baru saja rapat di Komisi VI. Mungkin teman-teman media juga mengikuti," katanya.

Situasi itu, menurutnya, cukup mengejutkan mengingat masa jabatan yang masih sangat singkat.

"Nah, kami terus terang agak kaget karena bapak Dirut ini juga relatif baru ditugasi sebagai Dirut PT Pos," tuturnya.

Untuk memastikan kejelasan, ia menyampaikan rencana pemanggilan pihak terkait dalam waktu dekat.

"Nah, kami belum sempat rapat lagi dengan BP BUMN atau Danantara. Nanti kami akan segera bertemu dengan BP BUMN dan Danantara untuk menanyakan kalaupun betul itu beritanya," ucapnya.

Di tengah dinamika tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga operasional perusahaan tetap berjalan.

"Ya PT Pos juga tetap harus berjalan, harus segera ada penggantinya. Nah, ini apa yang menjadi rencana dari Danantara, kami belum dengar," jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya proses seleksi pimpinan yang ketat dan terukur.

"Pasti semua penetapan, pemilihan direksi BUMN melalui fit and proper test, dilihat latar belakangnya, rekam jejaknya, sehingga tidak salah pilih. Harus orang yang tepat ditempatkan di bidangnya masing-masing," tegasnya.

Sementara itu, penjelasan dari pihak perusahaan menyebutkan alasan pengunduran diri bersifat personal.

"Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," ungkap Corporate Secretary PT Pos Indonesia Iwan Gunawan.

Di sisi lain, hasil evaluasi internal mengungkap kebutuhan pembenahan menyeluruh dalam tubuh perusahaan.

"Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental. Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya," papar Managing Director Stakeholders Management dan Communications Rohan Hafas.

Ia turut menyinggung temuan dalam proses evaluasi yang sedang berjalan.

"Yang perlu dipahami, PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun," tandasnya.

Penulis :
Khalied Malvino