HOME  ⁄  Nasional

Tambak Udang BUBK Kebumen Diproyeksikan Menghasilkan 254,5 Ton pada Siklus Kedelapan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tambak Udang BUBK Kebumen Diproyeksikan Menghasilkan 254,5 Ton pada Siklus Kedelapan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Sejumlah pekerja memanen udang vannamei di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Idhad Zaakaria).)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menghasilkan sekitar 254,5 ton udang pada siklus kedelapan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi udang nasional.

Operasional kawasan tambak tersebut saat ini memasuki masa transisi dari siklus kedelapan menuju siklus kesembilan.

Panen perdana pada siklus kedelapan menghasilkan 89,5 ton udang dari 32 petak.

Panen tahap kedua yang sedang berlangsung ditargetkan menghasilkan sekitar 75 ton dari 37 petak.

Panen tahap akhir pada penghujung Juli 2026 diperkirakan menghasilkan sekitar 90 ton dari 70 petak.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan BUBK Kebumen dikembangkan sebagai model pengelolaan tambak berbasis kawasan dengan menerapkan Cara Budi Daya Ikan yang Baik.

Penerapan tersebut mencakup aspek teknis produksi, pengelolaan lingkungan, keamanan pangan, biosekuriti, dan pemberdayaan masyarakat.

"Sistem intake, tandon, saluran masuk dan keluar air yang terpisah, serta instalasi pengolahan air limbah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air dan keberlanjutan produksi," ujarnya.

BUBK Kebumen dibangun di atas lahan seluas 100 hektare dengan area terbangun mencapai 65 hektare dan luas kolam efektif 24 hektare.

Kawasan tersebut memiliki 139 petak produksi, 50 petak tandon, serta 17 petak instalasi pengolahan air limbah.

KKP bersama Komisi IV DPR RI menebar 10,24 juta ekor benur pada 32 petak saat meninjau kawasan tambak pada Sabtu (11/7).

Penebaran benur tersebut menjadi awal operasional siklus kesembilan di kawasan BUBK Kebumen.

Selain mendukung peningkatan produksi udang nasional, kawasan tambak itu telah menyerap 645 tenaga kerja lokal.

Jumlah tersebut terdiri atas 145 pekerja tetap dan 500 tenaga kerja harian lepas.

Operasional tambak juga mendorong pertumbuhan usaha pendukung di sekitar kawasan, mulai dari warung makan, toko kebutuhan sehari-hari, penyedia sarana produksi tambak, jasa transportasi, hingga penginapan.

Penulis :
Ahmad Yusuf