HOME  ⁄  Nasional

Kemendukbangga dan USU Perkuat Riset Kebijakan Kependudukan Berbasis Bukti untuk Indonesia Emas 2045

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendukbangga dan USU Perkuat Riset Kebijakan Kependudukan Berbasis Bukti untuk Indonesia Emas 2045
Foto: (Sumber :Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono (dua dari kiri), Rektor Universitas Sumatera Utara Muryanto Amin (dua dari kanan) dalam pembukaan International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026 yang digelar di Kampus USU, Medan, Kamis (16/7/2026). ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN..)

Pantau - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN berkolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU) untuk memperkuat riset kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga berbasis bukti melalui International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026 di Medan.

Kolaborasi Dukung Kebijakan Kependudukan

Sekretaris Kemendukbangga sekaligus Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi penting untuk menyelaraskan pemikiran akademik dengan arah pembangunan nasional.

Ia mengungkapkan, "Pemerintah saat ini sedang menyusun Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Kedua dokumen tersebut akan menjadi fondasi tata kelola kependudukan modern menuju Indonesia Emas 2045."

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto menilai kemitraan pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang didukung bukti ilmiah.

Ia mengatakan, "Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang didukung bukti ilmiah. Melalui konferensi ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi ilmiah yang dapat menjadi masukan strategis bagi pembangunan kependudukan dan pembangunan keluarga di Indonesia."

Perkuat Jejaring Menuju Indonesia Emas 2045

Rektor Universitas Sumatera Utara Muryanto Amin menyatakan tantangan pembangunan berkelanjutan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi sehingga membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, lintas sektor, dan lintas negara.

Ia mengungkapkan, "Menghadapi transisi demografi yang semakin kompleks memerlukan kebijakan yang didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat."

Perwakilan United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia, Hassan Mohtashami, menyampaikan organisasinya telah lama menjadi mitra strategis Indonesia dalam mendukung pembangunan kependudukan dan keluarga melalui riset, pengembangan kebijakan, serta investasi pada sumber daya manusia.

Melalui penyelenggaraan ICoPoF 2026, Kemendukbangga/BKKBN dan USU berharap dapat memperkuat jejaring kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi internasional, dan para pemangku kepentingan untuk menghasilkan riset yang mendukung kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Ahmad Yusuf