HOME  ⁄  Nasional

BPBD Purbalingga Catat Kekeringan Melanda 10 Desa di Enam Kecamatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPBD Purbalingga Catat Kekeringan Melanda 10 Desa di Enam Kecamatan
Foto: (Sumber :Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan air bersih ke dalam bak penampungan di Desa Pandansari, Kecamatan Kejobong, Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026). ANTARA/HO-BPBD Purbalingga..)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga mencatat sebanyak 10 desa di enam kecamatan terdampak kekeringan pada musim kemarau sehingga sejumlah warga mulai membutuhkan bantuan pasokan air bersih.

Enam Kecamatan Terdampak Kekeringan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Revon Haprindiat mengatakan enam kecamatan yang terdampak meliputi Karangreja, Karanganyar, Pengadegan, Kejobong, Kemangkon, dan Rembang.

Ia mengungkapkan, "Enam kecamatan tersebut meliputi Karangreja, Karanganyar, Pengadegan, Kejobong, Kemangkon, dan Rembang."

Menurut Revon, jumlah desa terdampak masih berpotensi bertambah karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Ia menjelaskan penurunan debit sejumlah mata air menyebabkan pasokan air bersih di beberapa wilayah ikut berkurang.

Selain dipengaruhi musim kemarau, kerusakan jaringan air akibat banjir bandang dan tanah longsor pada Januari 2026 juga membuat distribusi air bersih belum sepenuhnya pulih.

BPBD masih menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Serang dan Desa Kutabawa karena jaringan air di kedua desa tersebut belum kembali normal.

Ia mengungkapkan, "Untuk Desa Serang dan Kutabawa memang belum pulih sehingga kami masih melakukan dropping dari awal."

Warga Diimbau Hemat Air dan Waspadai Karhutla

BPBD bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Perwira Purbalingga dalam penyediaan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Revon mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dengan menghemat pemakaian, memanfaatkan air sesuai kebutuhan, serta menjaga sumber air selama musim kemarau.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Ia mengungkapkan, "Jangan membuka lahan dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan pastikan api benar-benar padam apabila menggunakan api untuk keperluan pendakian."

Menurut Revon, jalur pendakian menjadi salah satu kawasan yang rawan terjadi kebakaran hutan karena akses pemadaman yang sulit dan terbatasnya ketersediaan air.

Ia mengungkapkan, “Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk meminimalkan risiko karhutla selama musim kemarau.”

Penulis :
Aditya Yohan