
Pantau - Kementerian Kebudayaan menjajaki kerja sama dengan Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dalam upaya memperkuat pelestarian kebudayaan material melalui pengelolaan museum, revitalisasi benda-benda filateli, serta pengamanan sertifikasi kebudayaan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan Peruri merupakan salah satu instansi dengan potensi kerja sama terbesar dalam pelestarian kebudayaan material karena rekam jejaknya dalam mencetak dokumen berharga dan mata uang negara yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas serta perjalanan budaya bangsa.
Pengembangan Museum Prangko dan Koleksi Filateli
Fadli Zon mengatakan, "Kita sedang berupaya untuk mengelola Museum Prangko yang ada di Taman Mini Indonesia Indah. Prangko ini yang mencetak Peruri, sehingga kita bisa berkolaborasi untuk mengembangkan Museum Prangko tersebut. Selain itu, kita juga bisa kerja sama terkait koleksi meterai dan uang yang menjadi produk dari PERURI."
Kementerian Kebudayaan berupaya mengembangkan Museum Prangko di Taman Mini Indonesia Indah melalui kolaborasi dengan Peruri.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperluas pengembangan koleksi meterai dan uang yang merupakan produk Peruri.
Fadli Zon menilai material fisik tetap harus digunakan dan dilestarikan meskipun masyarakat berada di tengah era digital.
Salah satu program yang telah disiapkan Kementerian Kebudayaan untuk mendukung pelestarian kebudayaan material adalah Lomba Menulis Surat Nasional 2025.
Edukasi Generasi Muda dan Pengamanan Sertifikasi
Fadli Zon mengatakan, "Kita memerlukan juga edukasi terutama kepada Gen Z tentang material culture. Material culture ini sebenarnya lebih banyak berupa benda, seperti uang, benda-benda pos, itu bagian yang paling mudah diperkenalkan kepada generasi muda."
Kementerian Kebudayaan ingin meningkatkan edukasi kepada Generasi Z mengenai kebudayaan material melalui pengenalan benda-benda seperti uang dan benda-benda pos.
Fadli Zon juga mendorong adanya terobosan dalam dunia filateli agar lebih diminati kaum muda dan tidak lagi dipandang sebagai hobi kuno mengoleksi perangko.
Menurut Fadli Zon, filateli dapat menjadi alternatif edukasi mengenai kebudayaan dan sejarah.
Kementerian Kebudayaan turut mencanangkan produksi berbagai barang koleksi yang menyasar generasi muda, seperti merchandise museum, paspor museum, cap museum, kartu pos bergambar, dan souvenir sheet.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko menyambut baik usulan Fadli Zon mengenai penjajakan kerja sama dalam pelestarian kebudayaan material.
Peruri juga mencanangkan kerja sama di bidang security printing untuk menjamin keamanan sertifikasi di bidang kebudayaan.
Ruang lingkup kerja sama security printing meliputi Sertifikat Cagar Budaya Nasional, registrasi museum, dan Anugerah Kebudayaan Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa





