HOME  ⁄  Nasional

Sejarah Penciptaan Plastik Dinilai Jadi Pelajaran Penting tentang Dampak Teknologi terhadap Lingkungan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sejarah Penciptaan Plastik Dinilai Jadi Pelajaran Penting tentang Dampak Teknologi terhadap Lingkungan
Foto: (Sumber :Pengunjung mengamati instalasi edukasi lingkungan pada kegiatan Batu Greenation Fest di Gedung St. Simon Stock, Kota Batu, Jawa Timur, Senin (22/6/2026).Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto.)

Pantau - Sejarah penciptaan plastik menunjukkan bahwa teknologi yang awalnya dikembangkan untuk mengatasi kelangkaan bahan baku alami justru memunculkan tantangan baru berupa pencemaran plastik dan mikroplastik yang kini menjadi perhatian global.

Berawal dari Upaya Menggantikan Gading Gajah

Pada 1860-an, sebuah perusahaan biliar di Amerika Serikat menawarkan hadiah bagi siapa saja yang mampu menemukan pengganti gading gajah sebagai bahan baku bola biliar.

Alexander Parkes kemudian mengembangkan bahan yang menjadi cikal bakal seluloid, yang selanjutnya disempurnakan oleh John Wesley Hyatt hingga menghasilkan bola biliar komersial pertama berbahan seluloid.

Perkembangan plastik berlanjut pada 1907 ketika kimiawan berdarah Belgia-Amerika, Leo Baekeland, menciptakan bakelite sebagai plastik sintetis pertama yang sepenuhnya dibuat dari bahan kimia.

Bakelite memiliki keunggulan berupa harga yang murah, kuat, tidak menghantarkan listrik, dan mudah dicetak sehingga penggunaannya semakin meluas di berbagai sektor.

Saat Perang Dunia II berlangsung pada 1939 hingga 1945, plastik dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan militer, mulai dari isolator listrik, komponen pesawat, parasut, hingga helm.

Setelah perang berakhir, industri mulai memproduksi plastik secara massal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sipil karena dinilai praktis, awet, dan ekonomis.

Produksi Plastik Meningkat, Ancaman Mikroplastik Muncul

Seiring meningkatnya produksi dan penggunaan plastik, jumlah limbah plastik di lingkungan juga terus bertambah hingga mencapai miliaran ton sejak plastik modern ditemukan.

Sebagian besar limbah tersebut masih berada di lingkungan dalam bentuk utuh maupun pecahan berukuran kecil yang dikenal sebagai mikroplastik dan nanoplastik.

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang berasal dari pecahan plastik berukuran lebih besar atau dari produk yang memang mengandung partikel plastik berukuran mikro.

Nanoplastik memiliki ukuran kurang dari 1 mikrometer atau bahkan hanya beberapa nanometer sehingga jauh lebih kecil dibandingkan diameter rambut manusia.

Karena ukurannya yang sangat kecil, mikroplastik dan nanoplastik dapat menyebar hampir ke seluruh lingkungan serta sulit dihilangkan.

Penulis :
Aditya Yohan