HOME  ⁄  Nasional

Puan Maharani Desak Pemerintah Jadikan Anak Putus Sekolah Agenda Strategis Pembangunan Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Puan Maharani Desak Pemerintah Jadikan Anak Putus Sekolah Agenda Strategis Pembangunan Nasional
Foto: (Sumber :Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto : Dok/Andri.)

Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menjadikan penanganan anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah sebagai agenda strategis pembangunan nasional setelah muncul temuan sekitar 6.000 anak putus sekolah di Kota Bogor, Jawa Barat.

Puan Soroti Tingginya Angka Anak Putus Sekolah

Puan Maharani menilai persoalan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses maupun biaya, tetapi juga rendahnya minat belajar yang menyebabkan banyak anak meninggalkan bangku sekolah.

Ia mengatakan, “Persoalan pendidikan hari ini tidak lagi semata-mata berkaitan dengan ketersediaan sekolah, bantuan pendidikan, atau akses belajar.”

Puan menambahkan, “Negara sedang menghadapi tantangan dalam menjaga mimpi dan cita-cita generasi mudanya.”

Berdasarkan temuan Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKBM) Kota Bogor, dari 141 data ATS di Kelurahan Tegallega, hanya 35 anak yang bersedia kembali mengikuti pendidikan.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mencatat jumlah ATS di Indonesia mencapai 3.966.858 anak, yang terdiri atas 1.913.633 anak belum pernah bersekolah, 986.755 anak putus sekolah (drop out), dan 1.066.470 lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan.

Dorong Grand Design Nasional hingga 2045

Puan mendorong pemerintah menyusun Grand Design Nasional Penuntasan Anak Tidak Sekolah hingga 2045 sebagai peta jalan lintas sektor yang mencakup kebijakan pendidikan, perlindungan sosial, pembangunan keluarga, ketenagakerjaan, dan pembangunan daerah.

Ia juga meminta pemerintah membangun sistem nasional untuk mengidentifikasi anak yang berisiko putus sekolah serta mengintegrasikan data pendidikan dengan data perlindungan sosial dan kependudukan agar intervensi dapat dilakukan lebih dini.

Puan mengatakan, “Negara tidak boleh kehilangan satu generasi hanya karena terlambat menyadari anak-anak mulai meninggalkan sekolah dan anak-anak putus sekolah karena keadaan.”

Ia menegaskan penurunan angka ATS perlu menjadi salah satu indikator evaluasi pembangunan nasional dan kinerja pemerintah daerah agar setiap anak memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf