HOME  ⁄  Nasional

Kemendag Sebut Tempe Berpeluang Menjadi Produk Unggulan Indonesia di Pasar Amerika Serikat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendag Sebut Tempe Berpeluang Menjadi Produk Unggulan Indonesia di Pasar Amerika Serikat
Foto: (Sumber :Salah satu booth Paviliun Indonesia dalam pameran Summer Fancy Food Show (SFFS) di New York, Amerika Serikat pada 28-30 Juni 2026. (ANTARA/HO-Kemendag).)

Pantau - Kementerian Perdagangan menyatakan tempe berpeluang menjadi produk unggulan Indonesia di pasar Amerika Serikat setelah membukukan potensi transaksi bersama produk pangan olahan lainnya senilai 8,3 juta dolar AS atau sekitar Rp150,7 miliar dalam pameran Summer Fancy Food Show (SFFS) di New York.

Atase Perdagangan RI di Washington D.C. Ranitya Kusumadewi mengatakan pameran tersebut membuka peluang besar bagi tempe untuk menembus pasar Amerika Serikat.

Ia mengatakan, "Kami terus mengawal berbagai tindak lanjut dari penjajakan bisnis (business matching) yang terjadi selama pameran agar potensi transaksi dapat terealisasi menjadi kontrak ekspor. Selain potensi transaksi, kami melihat minat buyer terhadap tempe sangat tinggi seiring berkembangnya tren pangan nabati di Amerika Serikat."

Menurut Ranitya, meningkatnya tren konsumsi plant-based food, makanan fermentasi, dan healthy lifestyle mendorong permintaan terhadap produk berbahan nabati sehingga tempe memiliki prospek menjadi champion product Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Ia mengatakan, "Tingginya minat buyer perlu diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha dalam menjaga kapasitas produksi, konsistensi pasokan, pemenuhan standar mutu, serta penguatan kemasan dan strategi pemasaran. Dengan demikian, peluang bisnis yang tercipta dapat berlanjut menjadi ekspor yang berkelanjutan."

Paviliun Indonesia dalam ajang SFFS menampilkan enam pelaku usaha dan UMKM dengan produk seperti kopi, kakao, cokelat, makanan ringan, mi instan, tempe, produk berbahan dasar kelapa, bumbu, rempah, madu, gula aren, dan aneka pangan olahan.

Amerika Serikat menjadi pasar ekspor pangan terbesar kedua bagi Indonesia setelah China dengan nilai ekspor mencapai 5,97 miliar dolar AS pada 2025 atau naik 14,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada periode Januari hingga Mei 2026, total perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat mencapai 18,44 miliar dolar AS dengan nilai ekspor sebesar 12,73 miliar dolar AS, impor 5,71 miliar dolar AS, dan surplus perdagangan sebesar 7,02 miliar dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf