HOME  ⁄  Nasional

Survei Ungkap Keamanan Perbankan Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Digital Asia Tenggara

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Survei Ungkap Keamanan Perbankan Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Digital Asia Tenggara
Foto: (Sumber :Warga melakukan pembayaran secara digital saat memesan tiket pesawat di laman Garuda Indonesia di Jakarta, Senin (6/7/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj..)

Pantau - Survei Southeast Asia Consumer Tech Trust Score mengungkap tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan dan pembayaran digital dengan skor rata-rata 81,7, yang dinilai menjadi modal penting bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Survei yang dilakukan Vero Indonesia bersama Kadence International melibatkan 3.000 responden di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam untuk mengukur tingkat kepercayaan terhadap 10 kategori teknologi, termasuk perbankan daring, pembayaran digital, cloud storage, e-commerce, hingga generative artificial intelligence (AI).

Strategist Vero Indonesia Fuad Arrasyid mengatakan, "Khususnya untuk Indonesia, terlihat jelas bahwa transparansi, rekam jejak yang teruji, dan penanganan insiden yang akuntabel sangat menentukan tingkat kepercayaan konsumen. Komunikasi menjadi penting karena dapat menjembatani inovasi dan kepercayaan publik, sehingga harapan pada teknologi dapat menjadi kenyataan secara berkelanjutan."

Keamanan Data Jadi Perhatian Utama Konsumen

Survei menunjukkan 42 persen responden di Indonesia akan meninggalkan layanan perbankan daring setelah terjadi insiden serius, sedangkan 25 persen akan menghentikan penggunaan layanan pembayaran digital.

Sebanyak 49,5 persen responden Indonesia juga menempatkan penyalahgunaan data pribadi sebagai kekhawatiran utama saat menggunakan layanan digital.

Selain itu, 79 persen responden memasukkan berbagai modus penipuan daring sebagai salah satu dari tiga ancaman terbesar dalam penggunaan layanan digital.

Transparansi Dinilai Menentukan Loyalitas Pengguna

Executive Account Director Vero Indonesia Diah Andrini Dewi mengungkapkan, "Temuan ini menunjukkan bahwa konsumen semakin menilai perusahaan dari cara mereka merespons krisis, bukan semata dari kualitas produk atau layanan yang ditawarkan. Membangun kembali kepercayaan tidak cukup melalui pernyataan resmi, tetapi harus disertai transparansi, langkah perbaikan yang nyata, serta melibatkan pihak independen yang kredibel."

Director Kadence International Ashutosh Awasthi menambahkan, "Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, mereka perlu membuat konsumen merasa cukup yakin untuk terus mengandalkan produk tersebut, bahkan ketika ekspektasi, risiko, atau alternatif lain berubah."

Hasil survei tersebut menyimpulkan bahwa transparansi, perlindungan data pribadi, serta regulasi yang kuat menjadi fondasi penting untuk menjaga loyalitas pengguna dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf