
Pantau - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan menyita 172,4 kilogram sabu-sabu dan 556 butir pil ekstasi dari pengungkapan kasus sepanjang 24 Mei hingga 21 Juli 2026, dengan barang bukti tersebut dimusnahkan di Banjarbaru pada Selasa.
Puluhan Tersangka Ditangkap dalam Operasi Narkoba
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penangkapan selama dua bulan terakhir.
Ia mengungkapkan, "Sitaan barang bukti tangkapan dua bulan terakhir hari ini kami musnahkan."
Barang bukti tersebut diperoleh dari penangkapan 39 tersangka yang terdiri atas 35 laki-laki dan empat perempuan.
Menurut Yudha, penyitaan narkotika tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sedikitnya 863.033 jiwa dari penyalahgunaan narkoba.
Ia menambahkan keberhasilan pengungkapan itu juga mencegah potensi pengeluaran biaya rehabilitasi sebesar Rp4,3 triliun bagi negara dan masyarakat.
Yudha mengungkapkan, "Kami juga memutus perputaran uang dari pasar gelap dari peredaran narkoba ini yang ditaksir mencapai Rp311 miliar."
Kapolda menegaskan pemusnahan barang bukti dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyidikan.
Ia mengungkapkan, "Polri menunjukkan kepada masyarakat barang bukti narkotika ini telah dimusnahkan melalui proses yang terbuka dan menjamin tidak akan kembali beredar atau disalahgunakan."
Forkopimda Apresiasi Kinerja Polda Kalsel
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin mengapresiasi keberhasilan Polda Kalsel dalam mengungkap peredaran narkoba dengan jumlah sitaan yang besar.
Ia mengungkapkan, "Ini membuktikan polisi kita telah bekerja keras, mari kita dukung terus dengan memberikan informasi sekecil apapun jika mengetahui indikasi peredaran atau penyalahgunaan."
Ketua DPRD Kalimantan Selatan Supian HK menyatakan pengungkapan kasus narkoba dalam jumlah besar menunjukkan keberhasilan aparat membongkar jaringan besar.
Ia mengungkapkan, "Barang bukti sebesar ini pasti dikendalikan jaringan besar juga yang memiliki kekuatan, tapi Polda Kalsel tidak kalah hebat dan selalu berhasil membongkar."
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menilai pengungkapan kasus dan pemusnahan barang bukti menjadi bukti keseriusan aparat dalam memerangi peredaran narkotika.
Ia mengungkapkan, "Ditresnarkoba Polda Kalsel telah membuktikan kerja kerasnya dalam membongkar jaringan peredaran narkotika, ini capaian yang patut diapresiasi."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



