HOME  ⁄  Nasional

Tiga Taman Nasional Resmi Jadi BLU, Menhut Sebut Perkuat Pendanaan Inovatif Konservasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tiga Taman Nasional Resmi Jadi BLU, Menhut Sebut Perkuat Pendanaan Inovatif Konservasi
Foto: (Sumber :Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kanan), Ketua Satgas Pembiayaan Taman Nasional Hashim Djojohadikusumo (tengah), dan Wakil Ketua Bidang Investasi Satgas Pembiayaan Taman Nasional Mari Elka Pangestu dalam dialog Satgas bersama para pemimpin redaksi media nasional di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). ANTARA/HO-Kemenhut RI/aa.)

Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan tiga taman nasional resmi berstatus Badan Layanan Umum (BLU) untuk mendorong model pendanaan yang lebih inovatif dalam memperkuat pengelolaan kawasan konservasi, yakni Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Gunung Rinjani, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

BLU Perkuat Pendanaan Kawasan Konservasi

Raja Juli Antoni menjelaskan status BLU memungkinkan pendapatan yang dihasilkan masing-masing taman nasional dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi.

“Dengan BLU ini, apa yang didapatkan di Komodo, Rinjani, dan Bromo Tengger Semeru itu bisa balik lagi kepada alam. Untuk memperbaiki sarana prasarana, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, konservasi, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ia mengatakan selama ini penerimaan dari tiket masuk wisata tercatat sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan masuk ke kas negara sehingga belum tentu seluruhnya kembali untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi.

Menurut Raja Juli Antoni, penetapan tiga taman nasional sebagai BLU menjadi salah satu capaian awal Satgas Pembiayaan Taman Nasional yang baru dibentuk.

“Ini salah satu keberhasilan satgas ini. Baru terbentuk, langsung kita proses untuk BLU, ternyata tiga ini sudah bisa langsung disetujui oleh Kementerian Keuangan dan menjadi BLU,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga mulai mengembangkan skema blended financing yang mengombinasikan dukungan APBN dengan pembiayaan dari sektor swasta, filantropi, maupun investasi untuk memperkuat pendanaan konservasi secara berkelanjutan.

Satgas Siapkan Pendanaan Berkelanjutan

Ketua Satgas Pembiayaan Taman Nasional Hashim Djojohadikusumo mengatakan satgas dibentuk untuk mencari terobosan pembiayaan bagi 57 taman nasional di Indonesia.

“Presiden punya ide kalau bisa seluruh 57 taman nasional kita cari cara-cara khusus, inovatif untuk membiayai,” ujarnya.

Hashim menambahkan inovasi pembiayaan dibutuhkan agar upaya konservasi berjalan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

“Melindungi alam, menyejahterakan masyarakat, dan membangun masa depan Indonesia merupakan satu kesatuan. Inovasi pembiayaan dibutuhkan agar upaya konservasi dapat berlangsung secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang nyata dan berkeadilan bagi masyarakat sekitar kawasan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Investasi Satgas Pembiayaan Taman Nasional Mari Elka Pangestu menegaskan skema pendanaan tersebut bukan bertujuan mengomersialkan taman nasional.

Menurutnya, skema pembiayaan baru justru diarahkan untuk memperkuat konservasi, melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem, menjaga spesies prioritas yang terancam punah, serta mengoptimalkan pemanfaatan jasa lingkungan (ecosystem services) agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi kawasan konservasi dan masyarakat sekitar.

Penulis :
Ahmad Yusuf