HOME  ⁄  Nasional

Titik Panas Karhutla Nasional Turun Tajam, Menhut Soroti 216 Hotspot Kepercayaan Tinggi di Sumatera Selatan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Titik Panas Karhutla Nasional Turun Tajam, Menhut Soroti 216 Hotspot Kepercayaan Tinggi di Sumatera Selatan
Foto: Menhut Raja Juli Antoni memberikan laporan dalam Rakor Penanganan Karhutla yang dipimpin oleh Menko Polkam Djamari Chaniago dalam peninjauan di Palembang, Sumsel, Jumat 18/9/2026 (sumber: Kemenhut)

Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melaporkan jumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan secara nasional turun dari 1.308 titik pada 14 September 2026 menjadi sekitar 340 titik pada 17 September 2026.

Laporan tersebut disampaikan Raja Juli saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat.

Rapat yang dipimpin Djamari itu turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Jajaran TNI, Polri, BNPB, serta Manggala Agni Kehutanan juga mengikuti rapat koordinasi tersebut.

Titik Panas Nasional Turun Menjadi 340

Raja Juli memaparkan jumlah titik panas secara nasional mencapai 1.308 titik pada 14 September 2026 sebelum turun menjadi sekitar 1.042 titik pada 15 September 2026.

Tren penurunan berlanjut hingga jumlah titik panas secara nasional tercatat sekitar 340 titik pada 17 September 2026.

Menurut Raja Juli, penurunan tersebut menunjukkan perkembangan positif dari kerja bersama berbagai pihak dalam menangani karhutla.

"Jadi, ada progres baik kerja kolektif kita," ujar Menhut Raja Antoni dalam laporannya.

Meski tren nasional menurun, Sumatera Selatan masih menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik panas yang tinggi.

Titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Sumatera Selatan tercatat sebanyak 239 titik pada 14 September 2026 dan meningkat menjadi 245 titik pada 15 September 2026.

Jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 249 titik pada 16 September 2026 sebelum turun menjadi 216 titik pada 17 September 2026.

Raja Juli menjelaskan titik panas atau hotspot tidak selalu menunjukkan keberadaan titik api atau fire spot di lokasi tersebut.

Namun, menurut dia, data titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi memiliki tingkat kebenaran sekitar 80 persen sehingga tetap perlu diverifikasi di lapangan.

"Hotspot tidak selalu menjadi fire spot, Pak. Tapi ini high confident, kira-kira 80 persen kebenarannya nanti BPBD-nya turun memakai pesawat patroli. Cek yang angka-angka tadi dan kemudian kita terjemahkan menjadi peta perjuangan kita pada hari ini dan pada besok," katanya.

Data tersebut selanjutnya diperiksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk menggunakan pesawat patroli, untuk memastikan kondisi di lapangan.

Hasil pemeriksaan kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan peta penanganan karhutla pada hari berjalan dan hari berikutnya.

Pemerintah Kerahkan Kekuatan Cegah Kebakaran Berulang

Raja Juli juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Menurut dia, kerja kolektif seluruh unsur tersebut perlu dilanjutkan dengan menggerakkan personel dan kekuatan secara tepat untuk memadamkan kebakaran.

Penanganan juga diarahkan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran ulang setelah proses pemadaman dilakukan.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Polkam Djamari Chaniago mengatakan telah melaporkan kegiatan peninjauan penanganan karhutla di Sumatera Selatan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Peninjauan tersebut dilakukan Djamari bersama Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Menurut Djamari, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang melakukan pemadaman karhutla.

Djamari menggambarkan upaya pemadaman karhutla sebagai pertempuran melawan api sehingga para pemimpin dan komandan penanganan harus memikirkan langkah untuk menyelesaikannya dalam waktu singkat.

"Beliau mengucapkan terima kasih atas perjuangan kita melawan pertempuran, tapi kita sebagai komandan, sebagai para pimpinannya, berpikirlah untuk memenangkan pertempuran ini dalam waktu yang singkat," katanya.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026