HOME  ⁄  Nasional

Pria Diduga Mencoba Membobol Kotak Amal Musala di Tambora saat Jamaah Salat Subuh

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pria Diduga Mencoba Membobol Kotak Amal Musala di Tambora saat Jamaah Salat Subuh
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Animasi aksi pencurian kotak amal masjid. (ANTARA/HO-ChatGPT).)

Pantau - Seorang pria terekam kamera pengawas (CCTV) diduga mencoba membobol kotak amal Musala Al-Ikhlas di Jalan Siaga III, RT 14/RW 04, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, saat jamaah melaksanakan salat Subuh pada Minggu (9/8/2026).

Ketua RT 014/RW 04 sekaligus pengurus Musala Al-Ikhlas, Wasudi, mengatakan jamaah awalnya mendengar suara koin bergerak dari dalam kotak amal ketika sedang salat.

"Pas kita lagi salat Subuh, terdengar suara koin di dalam kotak bergerak. Karena masih salat, kita tunggu sampai selesai baru keluar memeriksa," kata Wasudi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Pelaku Terekam Membawa Kotak Amal

Berdasarkan rekaman CCTV, pria tersebut mengenakan pakaian serba hitam dan topi serta sempat memantau situasi di sekitar musala.

Pelaku kemudian membawa kotak amal ke bagian belakang musala dan diduga berusaha membongkar kuncinya.

Usai salat, Wasudi mendatangi sumber suara dan menemukan pria tersebut masih berada di area musala.

Saat ditegur, pria itu berdalih telah selesai menunaikan salat.

"Saya tanya kenapa tidak salat, dia jawab sudah. Saat diperiksa, kotak amal ternyata belum sempat terbuka kuncinya, jadi uang di dalamnya masih aman," jelasnya.

Aksi Serupa Pernah Terjadi

Percobaan pembobolan kotak amal tersebut bukan kejadian pertama di Musala Al-Ikhlas karena aksi serupa pernah terjadi pada Juli 2026.

Pengurus musala menduga orang yang melakukan kedua aksi tersebut merupakan pelaku yang sama karena dinilai telah memahami pola aktivitas jamaah.

"Kalau waktu Subuh jamaah memang relatif sedikit, hanya sekitar dua baris. Celah itu yang dimanfaatkan pelaku. Kami duga pelaku masih warga sekitar kawasan Angke," ujar Wasudi.

Dana yang tersimpan dalam kotak amal digunakan untuk menunjang operasional musala, termasuk membayar listrik serta memberikan insentif kepada pengajar mengaji anak-anak warga setempat.

Pengurus musala berharap pelaku dapat segera diamankan untuk mencegah percobaan pencurian serupa kembali terjadi.

Penulis :
Aditya Yohan