
Pantau - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai "naik kelas" dalam tata kelola setelah mencatat peningkatan transformasi birokrasi dan tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Erick mengatakan tindak lanjut atas temuan BPK di Kemenpora telah mencapai 81 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kementerian dan lembaga lain yang berada pada angka 76 persen.
"Rata-rata untuk kementerian K/L (kementerian/lembaga) lain itu 76 persen. Berarti Kemenpora udah naik kelas ini, ya," kata Erick kepada pewarta di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Kemenpora juga kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK sebagai salah satu indikator dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara.
"Kami mendapatkan WTP kembali. Ya, ini hal yang sangat positif. Di mana juga BPK senang sekali bahwa untuk hasil temuan BPK yang selama ini menjadi kendala, kami tuh sekarang sudah di 81 persen," ujar Erick.
Transformasi Birokrasi Kemenpora Capai 83 Persen
Erick mengatakan penilaian transformasi birokrasi Kemenpora kini mencapai 83 persen dengan peningkatan yang didorong arahan Presiden Prabowo Subianto serta pendampingan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
"Dan tentu target 83 persen ini belum target yang kami inginkan, kami akan terus walaupun sudah jauh meningkat dari sebelumnya," katanya.
Erick meminta seluruh jajaran Kemenpora terus meningkatkan kinerja dengan menerapkan sistem e-procurement dan e-budgeting untuk memperkuat transparansi pengelolaan anggaran.
"Jadi semuanya harus transparan, tidak ada hal-hal seperti dulu-dulu sehingga anggaran ini bisa dikorupsi atau dimain-mainkan," ujar dia.
Anggaran Pelatnas Dikelola Berbasis KPI
Perbaikan tata kelola juga diterapkan pada anggaran pemusatan latihan nasional atau pelatnas melalui sistem berbasis indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI).
Pembiayaan pelatnas diarahkan secara spesifik berdasarkan cabang olahraga, nomor pertandingan, atlet, dan target kompetisi yang telah ditetapkan.
"Dan kami dari Kemenpora seluruh anggaran pelatnas ini sudah memakai sistem KPI, targeted. Cabang olahraganya apa, nomornya apa, atletnya siapa. Ya, jadi ini benar-benar targeted," kata Erick.
Kemenpora berharap penerapan sistem tersebut membuat penggunaan anggaran olahraga nasional semakin transparan, terukur, dan sesuai dengan target prestasi setiap atlet.
- Penulis :
- Aditya Yohan



