
Pantau - Kementerian Luar Negeri RI menegaskan latihan gabungan TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Tentara Pembebasan China merupakan bagian dari diplomasi maritim dan kerja sama pertahanan bilateral Indonesia-China.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan interaksi antarkekuatan laut menjadi sarana untuk membangun kerja sama dan kepercayaan antarnegara.
“Bagi Indonesia, interaksi semacam itu adalah bagian dari diplomasi maritim. Laut itu bukan hanya ruang yang menghubungkan negara-negara, tetapi juga adalah ruang untuk membangun kerja sama dan rasa saling percaya,” ungkapnya.
Menurut Yvonne, latihan passing exercise atau passex yang dilakukan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersama kapal Angkatan Laut China Honghe merupakan praktik yang lazim dilakukan angkatan laut berbagai negara ketika kapal perang mereka melintasi wilayah laut negara lain.
Kemlu menekankan latihan tersebut memiliki ruang lingkup sangat terbatas dan tidak ditujukan untuk pertempuran.
“Passing exercise bukanlah latihan tempur,” tegas Yvonne.
Kemlu Tegaskan Sejalan dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Kemlu memastikan latihan Indonesia-China tersebut tetap sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Latihan itu juga ditempatkan dalam konteks upaya Indonesia membangun kerja sama dan hubungan konstruktif dengan berbagai negara mitra.
Menurut Yvonne, kegiatan seperti passex merupakan salah satu bentuk interaksi profesional antara TNI AL dan angkatan laut negara sahabat, termasuk Angkatan Laut China.
Kementerian Pertahanan China sebelumnya menyampaikan latihan gabungan dengan TNI AL telah selesai pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026, waktu setempat.
Seluruh rangkaian latihan berlangsung di perairan sebelah timur Pulau Taiwan yang menghadap ke Samudra Pasifik dan Laut Filipina.
Dalam latihan tersebut, kapal Honghe dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 membentuk formasi kapal serta menjalankan sejumlah materi latihan.
Materi tersebut mencakup komunikasi di laut, manuver pelayaran dalam formasi kapal, pengisian perbekalan di laut, dan upacara pemisahan formasi.
TNI AL Sebut Passex Cerminkan Persahabatan
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan passex Indonesia-China mencerminkan hubungan persahabatan antara kedua angkatan laut.
“Passing exercise merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang,” kata Tunggul.
Latihan dengan Angkatan Laut China berlangsung ketika KRI I Gusti Ngurah Rai-332 sedang dalam pelayaran kembali menuju Indonesia.
Sebelum melakukan passex dengan Angkatan Laut China, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 telah menyelesaikan latihan bersama Angkatan Laut Rusia di Vladivostok.
- Penulis :
- Arian Mesa



