HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Gandeng Industri Kembangkan Teknologi Bahan Bakar Terbarukan untuk Perkuat Ketahanan Energi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemdiktisaintek Gandeng Industri Kembangkan Teknologi Bahan Bakar Terbarukan untuk Perkuat Ketahanan Energi
Foto: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto bertemu dengan jajaran Medco Energy dan PT Pertamina untuk membahas peluang kolaborasi riset dan pengembangan teknologi di bidang energi, khususnya pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya terbarukan di Jakarta, Selasa 11/8/2026 (sumber: Kemdiktisaintek)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengajak kalangan industri berkolaborasi mengembangkan teknologi energi, terutama bahan bakar berbasis sumber daya terbarukan, guna memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menilai kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan industri diperlukan untuk membangun ekosistem riset dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan sektor energi.

Brian menekankan pentingnya ekosistem kolaborasi yang mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan kapasitas riset dan teknologi perguruan tinggi serta para peneliti.

Konsorsium dan Pilot Project Jadi Skema Kolaborasi

Salah satu skema yang dapat digunakan untuk memperkuat kolaborasi tersebut adalah pembentukan konsorsium serta pelaksanaan proyek percontohan atau pilot project untuk menguji teknologi secara bertahap.

"Kita bikin seperti konsorsium. Mungkin bisa jadi pilot teknologi. Sehingga ada pembelajaran," kata Brian.

Menurut Brian, pilot project dapat menjadi bagian dari proses pengujian sekaligus pembelajaran dalam pengembangan teknologi energi.

Hasil pengujian secara bertahap melalui pilot project selanjutnya dapat dievaluasi dan digunakan untuk menyempurnakan teknologi pada tahap pengembangan berikutnya.

Keterhubungan perguruan tinggi, peneliti, dan dunia industri juga dinilai menjadi bagian penting dalam implementasi arah kebijakan Diktisaintek Berdampak.

"Penguatan kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong riset dan inovasi agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, serta tantangan pembangunan nasional," ungkap Brian.

Upaya memperkuat kolaborasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui pertemuan Mendiktisaintek Brian Yuliarto dengan jajaran Medco Energy dan PT Pertamina (Persero) pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Pertemuan itu membahas berbagai peluang kolaborasi riset dan pengembangan teknologi energi, khususnya pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya terbarukan.

Minyak Jelantah hingga Singkong Dibahas untuk Bahan Bakar Terbarukan

Pertemuan dengan Medco Energy dan Pertamina juga menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

Pemanfaatan sumber daya domestik tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Sejumlah bahan baku untuk pengembangan bahan bakar terbarukan dibahas dalam pertemuan itu, termasuk used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah.

Bahan baku lainnya meliputi tandan kosong kelapa sawit (TKKS), molase, dan singkong.

Pemerintah dan industri turut membahas peluang pengembangan teknologi second-generation biofuel atau bahan bakar nabati generasi kedua.

Pembahasan juga mencakup tantangan ketersediaan bahan baku untuk mendukung produksi bahan bakar terbarukan.

Pemerintah dan industri membahas kebutuhan pengembangan teknologi energi yang sesuai dengan karakteristik sumber daya dan kondisi Indonesia.

Kolaborasi riset antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan industri diharapkan menghasilkan teknologi energi yang dapat diuji secara bertahap, disempurnakan berdasarkan evaluasi, serta mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Penulis :
Arian Mesa