
Pantau - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta 36 finalis Abang None Jakarta 2026 memahami sejarah, perkembangan, dan arah pembangunan Jakarta sebagai bekal untuk memperkenalkan ibu kota yang tengah bertransformasi menjadi kota global kepada masyarakat dunia.
Pesan tersebut disampaikan Rano saat membuka rangkaian Pemilihan Abang None Jakarta 2026 di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Rano, pemahaman mendalam mengenai Jakarta penting karena para finalis nantinya mengemban peran sebagai duta budaya sekaligus wajah Jakarta.
"Di situlah tugas kalian untuk memperkenalkan apa itu Jakarta. Dari nomor 74, sekarang Jakarta menjadi nomor 71, dari Global Cities Index," ungkap Rano.
Rano merujuk pada peningkatan posisi Jakarta dalam Global Cities Index dari peringkat ke-74 menjadi peringkat ke-71.
Abang None Disiapkan Menjadi Wajah Jakarta
Pemilihan Abang None Jakarta 2026 merupakan penyelenggaraan ke-54 dan diikuti 36 finalis atau 18 pasang Abang None dari lima kota administrasi DKI Jakarta serta Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Rano berharap para finalis berkembang menjadi generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Jakarta.
Peran tersebut dinilai semakin penting menjelang peringatan lima abad atau 500 tahun Kota Jakarta pada 2027.
Rano menegaskan Pemilihan Abang None Jakarta bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah untuk menjaga dan melestarikan budaya Betawi serta mempersiapkan generasi muda memperkenalkan Jakarta di tingkat internasional.
"Pemilihan Abang None adalah ruang untuk menjaga warisan budaya sekaligus menyiapkan generasi muda Jakarta yang unggul, kreatif, dan memiliki kecintaan terhadap identitas kotanya, khususnya kekayaan budaya Betawi," kata Rano.
Finalis Dinilai dari Pengetahuan hingga Pola Pikir Global
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata menjelaskan proses seleksi Abang None Jakarta 2026 dirancang untuk mencari pemuda dengan kemampuan yang lebih luas daripada sekadar komunikasi dan penampilan.
Para peserta juga dituntut memahami pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta.
Sebanyak 18 pasang finalis dinilai oleh dewan juri dari berbagai disiplin ilmu dengan sejumlah indikator yang telah ditentukan.
Indikator tersebut meliputi pengetahuan tentang Jakarta, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pola pikir global dan kreatif, kemampuan berkolaborasi, serta kemampuan menghadirkan solusi.
Melalui kriteria tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap Abang None tidak hanya menjadi ikon budaya, tetapi juga menjadi representasi generasi muda yang mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global.
"Melalui kriteria tersebut, kami berharap Abang None Jakarta menjadi representasi generasi baru yang mampu membawa semangat Jakarta sebagai kota global," ungkap Andhika.
- Penulis :
- Leon Weldrick



