HOME  ⁄  Nasional

KAI Kembangkan TOD Manggarai, Integrasikan Stasiun hingga Transportasi Publik

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KAI Kembangkan TOD Manggarai, Integrasikan Stasiun hingga Transportasi Publik
Foto: KAI Kembangkan TOD Manggarai, Perkuat Integrasi Pusat Mobilitas Jakarta

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengembangkan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) Manggarai di Jakarta Selatan untuk memperkuat integrasi stasiun, konektivitas pejalan kaki, perpindahan antarmoda, ruang publik, hunian, dan berbagai aktivitas perkotaan.

Pengembangan dilakukan seiring tingginya mobilitas di Stasiun Manggarai yang saat ini melayani sekitar 162 ribu pelanggan dan 700–750 perjalanan kereta api setiap hari.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan tingginya mobilitas masyarakat menjadi salah satu alasan penting bagi KAI untuk mengembangkan kawasan Manggarai secara lebih terintegrasi.

“Manggarai memiliki peran besar dalam mobilitas masyarakat Jabodetabek. Karena itu, pengembangannya perlu melihat stasiun dan kawasan di sekitarnya sebagai satu kesatuan agar perpindahan antarmoda, akses pejalan kaki, dan aktivitas masyarakat semakin terhubung,” kata Bobby.

Mobilitas Penumpang di Manggarai Tinggi

Melalui konsep TOD, pengembangan tidak hanya berfokus pada Stasiun Manggarai, tetapi juga mengintegrasikan stasiun dengan kawasan di sekitarnya sebagai satu kesatuan.

Integrasi tersebut diharapkan meningkatkan kemudahan perpindahan antarmoda, akses bagi pejalan kaki, serta keterhubungan berbagai aktivitas masyarakat.

Dari sisi jumlah pelanggan KRL yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai, sebanyak 5.142.739 pelanggan tercatat pada 2023.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 8,42 persen menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024.

Pada 2025, jumlah pelanggan KRL yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai tercatat sebanyak 5.456.309 pelanggan.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah pelanggan KRL yang melakukan gate in telah mencapai 2.716.932 pelanggan.

Peran Stasiun Manggarai sebagai salah satu pusat mobilitas juga diperkuat dengan keberadaan layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta.

Layanan tersebut mengangkut sebanyak 1.970.531 pelanggan pada 2023 dan meningkat menjadi 2.242.536 pelanggan pada 2024.

Pada 2025, jumlah pelanggan Commuter Line Bandara kembali meningkat menjadi 2.346.934 pelanggan.

Khusus di Stasiun Manggarai, jumlah pelanggan Commuter Line Bandara tercatat sebanyak 230.314 pelanggan sepanjang Januari hingga Juni 2026.

TOD Manggarai Cakup Kawasan 129 Hektare

Secara keseluruhan, kawasan TOD Manggarai memiliki delineasi atau cakupan wilayah sekitar 129 hektare dengan sekitar 64 hektare di antaranya merupakan lahan milik KAI.

Pengembangan kawasan TOD Manggarai akan dilakukan secara bertahap dengan memperkuat konektivitas terhadap berbagai moda transportasi publik yang telah tersedia maupun yang direncanakan.

Moda transportasi yang akan terintegrasi meliputi KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, dan Terminal Manggarai.

Kawasan TOD Manggarai juga diarahkan agar terhubung dengan rencana layanan LRT Jakarta.

Dengan integrasi berbagai moda tersebut, KAI berupaya menjadikan Manggarai sebagai kawasan yang semakin mendukung perpindahan masyarakat menggunakan transportasi publik.

“KAI ingin memastikan pertumbuhan mobilitas di Manggarai diikuti dengan kualitas konektivitas kawasan yang semakin baik. Tujuannya agar masyarakat semakin mudah menggunakan transportasi publik dan menjalani aktivitas sehari-hari,” kata Bobby.

Pengembangan TOD Manggarai pada akhirnya diarahkan untuk mengimbangi pertumbuhan mobilitas dengan peningkatan kualitas konektivitas kawasan sehingga penggunaan transportasi publik dan aktivitas sehari-hari masyarakat menjadi semakin mudah.

Penulis :
Shila Glorya