HOME  ⁄  Nasional

Komisi X DPR Dorong Literasi Sumatera Selatan Tetap Kuat Meski Anggaran Terbatas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Komisi X DPR Dorong Literasi Sumatera Selatan Tetap Kuat Meski Anggaran Terbatas
Foto: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menerima audiensi para pemangku kepentingan pada bidang literasi di Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Palembang, Kamis 20/8/2026 (sumber: DPR RI)

Pantau - Komisi X DPR RI menegaskan komitmennya mendorong penguatan budaya literasi di berbagai daerah, termasuk Provinsi Sumatera Selatan, dengan memastikan keterbatasan anggaran tidak menghambat pelaksanaan program peningkatan literasi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi X DPR RI bertemu dengan sejumlah pemangku kepentingan bidang literasi untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan dan pelaksanaan program literasi di Sumatera Selatan.

Komisi X Pastikan Tiga Hal dalam Penguatan Literasi

Lalu Hadrian menjelaskan terdapat tiga hal utama yang ingin dipastikan Komisi X DPR RI melalui kunjungan kerja tersebut.

Pertama, Komisi X ingin memastikan keterbatasan anggaran tidak menjadi penghambat berbagai upaya meningkatkan tingkat literasi masyarakat.

Kedua, gerakan literasi harus terus diperkuat dan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dimulai dari satuan pendidikan pada tingkat paling dasar.

Ketiga, Komisi X ingin memastikan berbagai program literasi yang dijalankan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dapat terlaksana secara optimal.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Lalu Hadrian melihat tingkat literasi di daerah tersebut mengalami peningkatan.

Ia juga menyoroti jumlah perpustakaan daerah yang aktif, baik di lingkungan sekolah maupun tingkat kabupaten dan kota, serta keberadaan program Bunda Literasi yang telah menjangkau desa dan kelurahan.

“Kami melihat data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi bahwa ternyata tingkat literasi meningkat. Jumlah perpustakaan daerah yang aktif per hari ini, baik yang ada di sekolah maupun di kabupaten/kota, bahkan ada program Bunda Literasi di setiap desa dan kelurahan. Ini menjadi contoh yang baik untuk ditiru oleh daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Lalu Hadrian.

Menurut Lalu Hadrian, keberadaan program Bunda Literasi di setiap desa dan kelurahan menjadi salah satu langkah positif untuk memperluas gerakan literasi hingga tingkat masyarakat paling bawah.

Program dan perkembangan literasi di Sumatera Selatan juga dinilai dapat menjadi contoh untuk diterapkan atau dikembangkan di daerah lain di Indonesia.

Komisi X dan Perpusnas Perkuat Sinergi

Komisi X DPR RI mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mengembangkan budaya dan ekosistem literasi masyarakat melalui penguatan perpustakaan hingga program Bunda Literasi.

“Sumatera Selatan ternyata menunjukkan fokus dan perhatian yang sangat tinggi terhadap literasi ini. Oleh sebab itu, kami Komisi X bersama dengan Perpustakaan Nasional RI akan bersinergi untuk terus mendukung,” ungkapnya.

Komisi X DPR RI berkomitmen membangun sinergi bersama Perpustakaan Nasional RI guna mendukung penguatan dan keberlanjutan program literasi di Sumatera Selatan.

Lalu Hadrian mengatakan Komisi X juga akan mendorong dan merekomendasikan berbagai program pemerintah pusat yang dinilai dapat membantu meningkatkan literasi di Bumi Sriwijaya.

“Program-program dari pemerintah pusat tentunya akan kami rekomendasikan dalam rangka meningkatkan literasi di Provinsi Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perpustakaan Nasional RI, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat budaya literasi secara konsisten dan berkelanjutan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Komisi X DPR RI turut mendorong agar penguatan perpustakaan dan program literasi berbasis masyarakat terus berjalan serta tidak terhambat oleh keterbatasan anggaran.

Penulis :
Shila Glorya