
Pantau - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyiapkan pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant berkapasitas sekitar 1.000 ton sampah per hari di kawasan TPA Cipayung sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan sampah.
Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni mengatakan fasilitas tersebut akan mengolah sampah, termasuk timbunan yang telah berada di TPA Cipayung, menjadi bahan bakar alternatif.
"Fasilitas tersebut nantinya digunakan untuk mengolah sampah, termasuk timbunan yang ada di TPA, dan menjadi bahan bakar alternatif berupa RDF," kata Reni di Depok, Senin (24/8/2026).
Pembangunan RDF Plant tersebut direncanakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau badan usaha.
Selain membangun RDF Plant, DLHK Depok menyiapkan strategi pengelolaan sampah melalui kerja sama aglomerasi dengan Kabupaten Bogor.
Kerja sama tersebut disiapkan karena Kota Depok memiliki keterbatasan lahan sehingga tidak memungkinkan untuk membuka tempat pembuangan akhir baru.
Pengelolaan sampah dalam skema kerja sama tersebut akan dilakukan di kawasan Kayumanis, Bogor, dengan kapasitas sekitar 1.000 ton per hari.
Dari kapasitas tersebut, sekitar 700 ton sampah per hari direncanakan berasal dari Kota Depok.
Reni menyebut berbagai strategi itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan sampah ke TPA sekaligus memperpanjang usia layanan TPA Cipayung.
DLHK Depok juga melakukan peremajaan sejumlah alat berat yang digunakan untuk menangani timbunan sampah di TPA Cipayung.
Peremajaan dilakukan agar peralatan dapat bekerja secara optimal sekaligus meningkatkan keamanan dalam proses pengelolaan sampah.
“Kami juga melakukan peremajaan alat berat agar pekerjaannya lebih aman dan proses pengelolaan di TPA bisa berjalan lebih cepat,” pungkasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





