HOME  ⁄  Nasional

Polri Kerahkan 403 Personel untuk Masifkan Edukasi Pencegahan Karhutla di Delapan Wilayah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Polri Kerahkan 403 Personel untuk Masifkan Edukasi Pencegahan Karhutla di Delapan Wilayah
Foto: Sebanyak 403 personel dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri disiapkan untuk mengedukasikan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat (sumber: Divisi Humas Polri)

Pantau - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan 403 personel dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri untuk memberikan edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat di delapan wilayah hukum Polda.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra Simanjuntak mengatakan penguatan edukasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo agar upaya pencegahan karhutla dilakukan secara lebih masif.

"Bapak Presiden dan Bapak Kapolri meminta kegiatan Satgas Penyuluhan melalui kegiatan edukasinya untuk lebih masif memberikan pemahaman kepada masyarakat, mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga supaya tidak terjadi lagi kebakaran hutan," ucap Panca.

403 Personel Disebar ke Delapan Wilayah

Sebanyak 403 personel yang disiapkan terdiri atas delapan personel pendamping atau pimpinan dan 395 peserta didik yang berasal dari S2-STIK, Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), serta Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma).

Seluruh personel tersebut dipersiapkan menjadi tim edukasi pencegahan karhutla yang akan diterjunkan secara bertahap.

Tim akan ditempatkan di delapan wilayah hukum Polda yang menjadi sasaran kegiatan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Dalam menjalankan tugas di lapangan, personel akan berkoordinasi dengan jajaran Direktorat Binmas di masing-masing Polda serta melibatkan masyarakat dan tokoh masyarakat.

Pelibatan unsur lokal dilakukan agar materi dan pendekatan edukasi dapat disesuaikan dengan kondisi serta karakteristik setiap wilayah.

Personel tidak hanya bertugas memberikan imbauan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai penyebab dan dampak karhutla serta pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran.

"Dampak yang terjadi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi apabila hal ini tidak segera dilakukan langkah-langkah yang terintegrasi, termasuk dalam hal ini penyuluhan, ini berdampak kepada ekonomi masyarakat sekitar dan tentu kepada Indonesia yang dampaknya berpengaruh kepada negara-negara tetangga," katanya.

Polri Padukan Edukasi hingga Penanganan Kebakaran

Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis mengatakan kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari strategi operasional Polri dalam menghadapi ancaman karhutla.

Selain membentuk dan menyiapkan tim penyuluh, Polri telah mengerahkan personel Brimob untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah yang membutuhkan.

"Kemarin kita sudah memberangkatkan satu SSB dari Brimob untuk pemadaman," ujar Auliansyah.

Polri mengombinasikan penguatan edukasi, koordinasi lintas fungsi, dukungan operasional, dan penegakan hukum dalam menangani sekaligus mencegah karhutla.

Melalui langkah tersebut, Polri mendorong masyarakat menjadi bagian aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan sejak dari sumbernya.

Penulis :
Leon Weldrick