
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmen memperkuat sinergi dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk merespons perubahan dunia kerja sekaligus meningkatkan pelindungan terhadap pekerja.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan perubahan dunia kerja berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi digital, perubahan demografi, dan dinamika ekonomi global.
“Ke depan, Indonesia menyambut terbuka perluasan cakupan kerja sama melalui pertukaran pengetahuan dan dialog kebijakan intensif untuk menjawab berbagai tantangan serta peluang di era future of work,” kata Indah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap kondisi pasar kerja sehingga membutuhkan kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif serta kolaborasi antarlembaga dan antarnegara.
Indonesia dan ILO Perkuat Pengembangan SDM
Indah mengungkapkan kerja sama Indonesia dan ILO telah diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk bagi petugas layanan publik di bidang ketenagakerjaan.
Sepanjang 2022–2026, program tersebut antara lain meliputi pelatihan Public Employment Services (PES) dan Start and Improve Your Business (SIYB), serta dukungan terhadap agenda strategis ketenagakerjaan di kawasan ASEAN.
Indonesia juga menyoroti optimalisasi implementasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan yang telah diratifikasi.
Menurut Indah, penguatan pelindungan pekerja sektor perikanan perlu meliputi tata kelola, standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengawasan ketenagakerjaan, pemenuhan hak dasar, serta jaminan sosial bagi awak kapal perikanan.
ASEAN-ILO Didorong Responsif terhadap Kebutuhan Pekerja
Indonesia turut menekankan pentingnya kerja sama ASEAN-ILO yang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan masing-masing negara anggota.
Program ketenagakerjaan yang dirancang di tingkat regional diharapkan berorientasi pada hasil dan mampu menjawab kebutuhan setiap negara yang beragam.
“Indonesia berharap dapat terus menjalin hubungan erat dengan ILO dan seluruh negara anggota ASEAN dalam membangun pasar kerja yang kompetitif, tangguh, lincah, inklusif, serta siap mengantisipasi berbagai peluang maupun tantangan masa depan,” ujar Indah.
Penguatan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia menghadapi perubahan lanskap ketenagakerjaan sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan pelindungan pekerja.
- Penulis :
- Aditya Yohan



