
Pantau - Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali, menyiapkan regulasi untuk menertibkan pemasangan kabel internet dan tiang penyedia layanan setelah jaringan yang semrawut serta menjuntai rendah membahayakan pengguna jalan hingga memicu kecelakaan.
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan penataan jaringan kabel internet dan tiang milik penyedia layanan dilakukan secara bertahap.
"Menanggapi persoalan kabel jaringan internet dan tiang provider, kami sedang melakukan penataan bertahap termasuk menyusun regulasi terkait itu," katanya saat rapat paripurna DPRD Jembrana di Negara, Jumat.
Pemkab Jembrana juga mendorong tersedianya jaringan bersama yang dapat digunakan para operator untuk meningkatkan keamanan sekaligus menjaga estetika kawasan.
Regulasi mengenai jaringan bersama tersebut disusun sebagai landasan hukum bagi pemerintah daerah maupun operator yang memanfaatkan jaringan kabel internet dan dirancang agar dapat diterapkan secara berkelanjutan mengikuti dinamika di lapangan.
Persoalan kabel internet menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna jalan mengalami kecelakaan akibat jaringan yang menjuntai rendah.
I Ngurah Putu Oka, warga Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, mengalami patah kaki kanan setelah sepeda motor yang dikendarainya terjerat kabel internet di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, pada 1 Agustus 2026.
Kasus tersebut kemudian dimediasi Polsek Negara pada 12 Agustus 2026 dengan melibatkan keluarga korban, penyedia layanan internet, pemilik kendaraan yang diduga menyebabkan kabel terseret ke badan jalan, serta perwakilan pemerintah daerah.
Selain kabel yang menjuntai, pemasangan tiang jaringan internet juga dikeluhkan karena sejumlah tiang berdiri bertumpuk di pinggir jalan dan di depan rumah warga.
Di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, sejumlah tiang kabel internet yang dipasang pada satu lokasi bahkan menutupi petunjuk arah menuju salah satu sekolah dasar.
Kondisi serupa ditemukan di Kota Negara karena jaringan kabel internet yang terpasang di sejumlah lokasi terlihat semrawut dan mengganggu estetika ibu kota Kabupaten Jembrana.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




