HOME  ⁄  Nasional

Menteri PU Targetkan Tiga Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau Rampung Juni 2027

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menteri PU Targetkan Tiga Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau Rampung Juni 2027
Foto: Menteri PU Dody Hanggodo bersama Wali Kota Lis Darmansyah dan jajaran meninjau lahan sekolah rakyat di kawasan Madong, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu 29/8/2026 (sumber: ANTARA/Ogen)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan tiga Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Kepulauan Riau, termasuk Kota Tanjungpinang, rampung pada Juni 2027 agar dapat digunakan menjelang penerimaan siswa baru pada Juli 2027.

Tiga Sekolah Rakyat tersebut dibangun di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Anambas dalam tahapan pembangunan yang sama.

Dody mengatakan pembangunan ketiga Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau masuk tahap ketiga program pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional.

"Pembangunan ketiga sekolah rakyat di Kepri ini masuk tahap ketiga secara nasional. Target kita rampung pada Juni 2027, karena Juli sudah mulai penerimaan siswa baru," kata Menteri Dody.

Menteri PU Cek Kesiapan Lahan di Tanjungpinang

Dody menyampaikan target tersebut saat meninjau lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Tanjungpinang di kawasan Madong, Kota Tanjungpinang.

Peninjauan dilakukan Kementerian PU untuk memastikan kondisi dan kesiapan lahan sebelum pembangunan gedung permanen dimulai.

Untuk sementara, kegiatan Sekolah Rakyat Tanjungpinang masih menggunakan eks gedung SMPN 15 Tanjungpinang di Jalan Borobudur.

Gedung permanen Sekolah Rakyat Tanjungpinang akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 12 hektare yang merupakan hibah dari Pemerintah Kota Tanjungpinang.

"Gedungnya tinggal dibangun saja dan yang akan mengerjakan juga sudah ada. Hari ini, saya hanya mengecek kesiapan lahannya," ujar Menteri Dody.

Menurut Dody, pihak yang akan mengerjakan pembangunan gedung tersebut telah tersedia sehingga tahapan berikutnya adalah pelaksanaan pembangunan.

Dalam peninjauan itu, Dody didampingi Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza beserta jajaran.

Anggaran Setiap Sekolah Capai Rp250 Miliar

Dody menjelaskan seluruh pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat dibiayai sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah menyiapkan anggaran pembangunan sekitar Rp250 miliar untuk setiap Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep sekolah berasrama atau boarding school yang menyediakan fasilitas pendidikan sekaligus tempat tinggal bagi siswa.

Dalam satu kompleks Sekolah Rakyat direncanakan terdapat sekitar 27 massa bangunan dengan berbagai fungsi untuk menunjang kegiatan pendidikan dan kehidupan siswa selama berada di sekolah.

Fasilitas yang dibangun antara lain ruang belajar, asrama siswa, rumah guru dan wali asrama, laboratorium, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

"Termasuk fasilitas olahraga, tempat ibadah, lapangan sepak bola standar semiinternasional, kolam renang hingga lapangan bulu tangkis," ujar Menteri Dody.

Kompleks Sekolah Rakyat juga akan memiliki tempat ibadah serta sejumlah sarana olahraga, termasuk lapangan sepak bola berstandar semiinternasional, kolam renang, dan lapangan bulu tangkis.

Pemkot Tanjungpinang Hibahkan Lahan 12 Hektare

Dody mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan dengan menyiapkan sekaligus menghibahkan lahan sekitar 12 hektare untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Tanjungpinang.

Pembangunan di Tanjungpinang bersama Sekolah Rakyat di Natuna dan Kepulauan Anambas ditargetkan selesai pada Juni 2027 sebelum proses penerimaan siswa baru dimulai pada Juli 2027.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026