HOME  ⁄  Nasional

Bebas Tarif AS Buka Peluang Ekspor Rumput Laut Indonesia Semakin Lebar

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bebas Tarif AS Buka Peluang Ekspor Rumput Laut Indonesia Semakin Lebar
Foto: Ilustrasi AI Petani Rumput Laut

Pantau - Pemerintah mengincar peluang ekspor rumput laut dan agar-agar Indonesia ke Amerika Serikat (AS) setelah kedua produk tersebut memperoleh pengecualian tarif tambahan sehingga dikenai tarif 0 persen.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) per 21 Agustus 2026, tarif 0 persen berlaku terhadap 148 produk Indonesia yang diekspor ke AS, termasuk rumput laut atau alga dan agar-agar.

Kebijakan bebas tarif tersebut meningkatkan daya saing produk Indonesia dibandingkan produk dari sejumlah negara yang masih dikenai tarif tambahan.

Negara yang dikenai tarif tambahan antara lain Vietnam, Thailand, Filipina, China, dan Korea Selatan dengan besaran tarif tambahan yang dapat mencapai 12,5 persen.

Pemerintah Dorong Hilirisasi Rumput Laut

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan ekspor rumput laut ke AS, salah satunya membangun pusat riset rumput laut di Desa Ekas Buana, Nusa Tenggara Barat.

Pusat riset tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas rumput laut agar sesuai dengan persyaratan pasar global.

Pemerintah juga memperkuat promosi rumput laut Indonesia sebagai produk unggulan di pasar AS serta mendorong hilirisasi menjadi suplemen, pakan, bioplastik, kosmetik, hingga bahan kemasan ramah lingkungan.

“Indonesia memiliki keunggulan tarif yang dapat memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia di pasar AS,” ungkap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Erwin Dwiyana.

Ekspor Rumput Laut ke AS Tembus 8,6 Juta Dolar

Data KKP mencatat nilai ekspor rumput laut Indonesia ke Amerika Serikat pada periode Januari-Oktober 2025 mencapai 8,6 juta dolar AS.

Pengecualian tarif tambahan dinilai memberikan manfaat berupa peningkatan daya saing, peluang kenaikan penjualan rumput laut Indonesia ke AS, serta penguatan posisi Indonesia sebagai eksportir rumput laut global.

Pemerintah kini memanfaatkan keunggulan tarif tersebut untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk rumput laut Indonesia melalui hilirisasi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026