
Pantau - Pemerintah Kota Bengkulu mengoptimalkan program imunisasi anak untuk mencegah lonjakan kasus campak setelah penyakit tersebut tercatat mencapai ratusan kasus sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelly Hartati mengatakan kasus campak ditemukan pada kelompok usia mulai dari balita hingga orang dewasa sehingga langkah pencegahan dan pengendalian penyakit menular perlu diperkuat.
Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat jumlah kasus campak tertinggi terjadi pada Juli 2026 dengan sekitar 51 kasus berdasarkan laporan rumah sakit di wilayah tersebut.
"Yang tertinggi itu di bulan Juli, sekitar 51 kasus dari tren pelaporan seluruh rumah sakit yang ada di Kota Bengkulu," kata Nelly di Bengkulu, Senin (31/8/2026).
Pemkot Bengkulu mendorong pelaksanaan imunisasi secara menyeluruh, terutama terhadap anak-anak yang menjadi kelompok rentan terhadap penyebaran campak.
Program imunisasi juga terus dilakukan terhadap anak-anak tingkat sekolah dasar di Kota Bengkulu sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran penyakit tersebut.
Nelly mengimbau masyarakat mendukung pelaksanaan imunisasi untuk memperkuat pencegahan penyebaran campak di wilayah Kota Bengkulu.
Nelly mengatakan pengendalian campak membutuhkan koordinasi antara tim surveilans, tim imunisasi, dan kader posyandu untuk memastikan bayi serta balita di wilayah yang berpotensi mengalami penyebaran penyakit dapat dipantau.
"Kita berharap ada pengendalian yang signifikan, turun serentak antara tim surveilans dengan tim imunisasi bersama tim posyandu. Seluruh bayi dan balita yang ada di situ dilakukan penyisiran agar jangan sampai terjadi lonjakan lagi," ujarnya.
Pemantauan terhadap kelompok rentan dan penguatan imunisasi dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya peningkatan kasus campak di Kota Bengkulu.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




