HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Berangkatkan 50 Guru SMK Magang ke Jerman untuk Perkuat Kompetensi Industri Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemendikdasmen Berangkatkan 50 Guru SMK Magang ke Jerman untuk Perkuat Kompetensi Industri Global
Foto: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Selasa (1/9/2026) secara simbolis melepas 50 guru SMK yang menjadi peserta Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 (sumber: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberangkatkan 50 guru SMK dari 16 provinsi ke Jerman melalui Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan wawasan global pendidik vokasi.

Program tersebut digelar untuk memastikan kompetensi guru SMK tetap relevan dengan tuntutan serta perkembangan industri terkini.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan 50 guru yang diberangkatkan berasal dari berbagai satuan pendidikan dan telah melalui proses seleksi secara ketat oleh tim kerja khusus.

“Upaya untuk meningkatkan kemampuan para guru SMK ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kami mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ungkap Abdul Mu’ti.

Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti ketika membuka kegiatan Pelepasan Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa.

Guru Diharapkan Perkuat Kesiapan Murid Memasuki Dunia Kerja

Kemendikdasmen memandang kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh peran guru sebagai “agen pembelajaran” dan “agen peradaban”.

Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK tersebut diharapkan menghasilkan dampak ganda bagi murid maupun guru SMK lainnya.

Bagi murid, guru yang memperoleh penguatan kompetensi melalui magang luar negeri diharapkan mampu memberikan pelatihan yang membuat peserta didik semakin siap memasuki dunia kerja.

Kesiapan tersebut mencakup penguatan keterampilan teknis maupun keterampilan nonteknis yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia industri.

Sementara bagi guru SMK yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti program, peserta magang diharapkan dapat mentransformasikan dan membagikan pengalaman serta ilmu yang diperoleh selama berada di luar negeri.

Peserta dari 16 Provinsi Magang di Jerman

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan 50 peserta program berasal dari 16 provinsi dan merupakan guru terpilih dari SMK negeri maupun swasta.

Seluruh peserta Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 diberangkatkan ke Jerman.

Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Technical University of Dresden dan Festo sebagai mitra tujuan program di Jerman.

Para peserta berasal dari tiga bidang keahlian yang menjadi pertimbangan dalam proses pemilihan, yakni teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan.

“Tentu keberangkatan Ibu dan Bapak Guru ke Jerman membawa misi penting, yakni meningkatkan kompetensi, wawasan profesional, dan sekaligus pengalaman belajar dan praktik bagaimana di dunia pendidikan dan juga di dunia industri. Ini harapannya nanti praktik baik ini bisa disebarluaskan di Tanah Air,” ungkap Tatang Muttaqin.

Setelah menyelesaikan program, 50 guru tersebut diharapkan menjadi duta di satuan pendidikan masing-masing dengan membagikan ilmu dan pengalaman kepada guru maupun murid SMK.

Penyebarluasan ilmu dan pengalaman tersebut diharapkan membantu guru dan murid SMK semakin siap menghadapi serta memasuki dunia industri global.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026