
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat penyediaan listrik untuk mendukung Program Digitalisasi Pembelajaran, termasuk bagi satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hasil verifikasi Kemendikdasmen mencatat sebanyak 227.365 satuan pendidikan membutuhkan dukungan kelistrikan, terdiri atas 26.162 sekolah yang memerlukan penyambungan baru dan 201.203 sekolah yang membutuhkan penambahan daya.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan ketersediaan listrik yang memadai menjadi bagian penting dalam memastikan perangkat digital dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
“Pak Menteri Abdul Mu’ti terus mengingatkan agar digitalisasi pembelajaran tidak berhenti pada distribusi perangkat, tetapi benar-benar memperluas akses dan meningkatkan mutu pembelajaran. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh ekosistem pendukungnya siap. Jangan sampai Papan Interaktif Digital sudah sampai di sekolah, tetapi belum dapat dimanfaatkan karena listrik belum tersedia atau dayanya tidak mencukupi. Di sinilah sinergi Kemendikdasmen, Kementerian ESDM, dan PLN menjadi sangat penting,” ujar Fajar di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Sebanyak 9.544 Sekolah Belum Terjangkau Jaringan PLN
Pada 2026, Kemendikdasmen mencatat kebutuhan Papan Interaktif Digital (PID) mencapai sekitar 713 ribu unit dengan kebutuhan daya listrik antara 2.200 hingga 3.500 VA.
Perhatian khusus diberikan kepada 9.544 satuan pendidikan yang belum dapat dilayani jaringan PLN yang tersedia saat ini.
Kemendikdasmen bersama pihak terkait membahas alternatif penyediaan listrik bagi sekolah tersebut berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.
Alternatif yang dipertimbangkan antara lain penggunaan tenaga surya berbasis baterai dan sistem off-grid.
Fajar optimistis sinergi lintas sektor dapat mempercepat pencapaian target pemerintah sekaligus memperluas digitalisasi pembelajaran hingga wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
“Kami mengapresiasi dukungan Pak Wamen Yuliot, Kementerian ESDM, dan PLN. Kami optimistis, dengan sinergi yang baik, target ini dapat kita capai lebih cepat. PHTC Presiden Prabowo akan semakin menjangkau pelosok negeri sehingga anak-anak di daerah 3T memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati transformasi pembelajaran,” kata Fajar.
Program Listrik Desa Disinergikan dengan Digitalisasi Sekolah
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan kebutuhan listrik untuk digitalisasi pembelajaran dapat disinergikan dengan Program Listrik Desa (Lisdes) Kementerian ESDM.
Sinergi antarkementerian tersebut diharapkan mempercepat penyediaan listrik sekaligus mengoptimalkan program pemerintah yang telah tersedia.
“Kita menyinergikan Program Listrik Desa dengan kebutuhan digitalisasi pembelajaran. Sampai 2029 kami menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik. Tentu ada sarana-sarana pendidikan yang perlu mendapat percepatan penyambungan listrik. Dengan sinergi antarkementerian dan lembaga, percepatan yang dibutuhkan Kemendikdasmen dapat kami dukung,” ujar Yuliot.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




