HOME  ⁄  Nasional

Ketua MA Sunarto Melantik 11 Hakim Agung dan Tiga Hakim Ad Hoc Hasil Seleksi 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Ketua MA Sunarto Melantik 11 Hakim Agung dan Tiga Hakim Ad Hoc Hasil Seleksi 2026
Foto: Pelatikan 11 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu 2/9/2026 (sumber: Humas Mahkamah Agung)

Pantau - Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan 11 hakim agung dan tiga hakim ad hoc hasil seleksi tahun 2026 di Ruang Koesoemah Atmadja, Lantai 14 Tower Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Rabu.

Para hakim yang dilantik merupakan hasil proses seleksi Komisi Yudisial (KY) yang telah mendapatkan persetujuan dari DPR RI.

Pelantikan 11 hakim agung dan tiga hakim ad hoc tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 91/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Ketua MA Pimpin Pengambilan Sumpah Jabatan

Berdasarkan siaran pers Mahkamah Agung, proses pengambilan sumpah jabatan dipandu langsung oleh Ketua MA Sunarto.

Prosesi dimulai dengan pengucapan sumpah jabatan oleh para hakim agung yang baru dilantik.

Dalam sumpah tersebut, para hakim agung menyatakan komitmen untuk memenuhi kewajibannya dengan berpegang teguh pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ucap para hakim agung dalam sumpah jabatannya.

Setelah pelantikan dan pengambilan sumpah hakim agung selesai, Ketua MA kembali memandu pengucapan sumpah jabatan bagi para hakim ad hoc.

Para hakim ad hoc juga berjanji menjalankan kewajibannya dengan berpegang teguh pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Akan memenuhi kewajiban Hakim Ad Hoc dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," ucap para hakim ad hoc dalam sumpah jabatannya.

Prosesi kemudian diakhiri dengan penutupan sidang paripurna pelantikan.

Setelah sidang ditutup, seluruh hakim agung dan hakim ad hoc yang baru dilantik menerima ucapan selamat dari para pejabat dan undangan yang hadir.

Ucapan selamat antara lain disampaikan Ketua MA, Ketua Komisi Yudisial, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, dan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial.

Daftar 11 Hakim Agung yang Dilantik

Sebanyak empat hakim agung yang dilantik untuk Kamar Pidana adalah Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H.; Sugiyanto, S.H., M.H.; Dr. Sudharmawatiningsih, S.H., M.Hum.; dan Dr. Dhifla Wiyani, S.H., M.H.

Dua hakim agung yang dilantik untuk Kamar Perdata adalah Dr. Sobandi, S.H., M.H. dan Dr. Nurnaningsih, S.H., M.Kn.

Dua hakim agung yang dilantik untuk Kamar Agama adalah Dr. Musthofa, S.H., M.H. dan Dr. Mamat Ruhimat, S.H., M.H.

Sementara itu, tiga hakim agung dilantik untuk Kamar Tata Usaha Negara (TUN) Khusus Pajak.

Ketiganya adalah Dr. Maftuh Effendi, S.H., M.H.; Dr. L.Y. Hari Sih Advianto, S.ST., S.H., M.M., M.H.; dan Prof. Dr. Yeheskiel Minggus Tiranda, S.H., M.H., PCCP., C.L.A.

Tiga Hakim Ad Hoc Resmi Dilantik

Dua Hakim Ad Hoc HAM yang dilantik adalah Edwin Partogi Pasaribu, S.H., M.H. dan Roki Panjaitan, S.H.

Sementara itu, satu Hakim Ad Hoc Tipikor yang dilantik adalah Sudiyo, S.H., M.H.

Dengan pelantikan tersebut, Mahkamah Agung memiliki empat Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), lima Hakim Ad Hoc Perselisihan Hubungan Industrial (PHI), dan tiga Hakim Ad Hoc Hak Asasi Manusia (HAM).

Jumlah Hakim Agung Kini Mencapai 57 Orang

Mahkamah Agung memaparkan bahwa saat ini terdapat 57 hakim agung, dengan 10 orang di antaranya merupakan unsur pimpinan.

Unsur pimpinan tersebut terdiri atas Ketua MA, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, serta tujuh Ketua Kamar.

Selain unsur pimpinan, terdapat 15 hakim agung pada Kamar Pidana, 13 hakim agung pada Kamar Perdata, lima hakim agung pada Kamar Agama, 11 hakim agung pada Kamar Tata Usaha Negara, dan tiga hakim agung pada Kamar Militer.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat lembaga peradilan serta meningkatkan kualitas dan mempercepat penyelesaian perkara di Mahkamah Agung.

Para hakim agung dan hakim ad hoc yang baru dilantik juga diharapkan semakin memperkuat komitmen Mahkamah Agung dalam menegakkan hukum dan keadilan yang berintegritas bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026