
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di wilayah Kalimantan dan Sumatera rutin memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk melindungi diri dari paparan polutan akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemantauan ISPU penting karena sebaran polutan asap tebal terdeteksi semakin meluas berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Masyarakat dapat melihat kualitas udara di kabupaten atau tempat tinggal, sehingga informasi ini tentu melindungi diri kita dari bahaya polutan karena asap yang ada di sekitar kita," kata Berton di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
BNPB mencatat sebaran polutan asap tebal saat ini terkonsentrasi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Polutan Pekat Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sumatera
Di Pulau Sumatera, konsentrasi polutan pekat terpantau berada di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Berdasarkan prediksi BMKG, pergerakan polutan asap karhutla di wilayah Kalimantan diperkirakan terus meningkat dan meluas setidaknya hingga Kamis (3/9/2026).
Masyarakat diminta memantau perkembangan ISPU secara berkala melalui kanal resmi kementerian dan lembaga sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Salah satu informasi kualitas udara dapat diakses melalui layanan resmi Kementerian Lingkungan Hidup.
BNPB Buka Akses Data Penanganan Karhutla
BNPB juga membuka akses data terkait penanganan bencana karhutla nasional sepanjang 2026 agar dapat dipantau oleh masyarakat dan media.
Data tersebut tersedia melalui dasbor resmi BNPB di data.bnpb.go.id/data/karhutla2026.
Pemantauan kualitas udara dan perkembangan karhutla menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap di wilayah terdampak.
- Penulis :
- Aditya Yohan




