HOME  ⁄  Nasional

Kapal Pengangkut Bahan Kimia Terbakar di Perairan Kabaena, Dua Awak Tewas dan Empat Dirawat Intensif

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kapal Pengangkut Bahan Kimia Terbakar di Perairan Kabaena, Dua Awak Tewas dan Empat Dirawat Intensif
Foto: (Sumber :Sejumlah petugas gabungan bahu-membahu mengevakuasi korban awak kapal LCT Legenda Nusantara 699, kapal pengangkut bahan kimia, yang terbakar di Perairan Kabaena, Sulawesi Tenggara, Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-Kemenhub.)

Pantau - Dua dari 13 awak kapal LCT Legenda Nusantara 699 meninggal dunia setelah kapal pengangkut alat berat dan bahan kimia tersebut terbakar di Perairan Kabaena, Selat Tiworo, Sulawesi Tenggara, Selasa (1/9/2026).

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Raha bersama instansi terkait telah mengevakuasi seluruh awak kapal dari lokasi kejadian.

"Seluruh awak kapal berjumlah 13 orang (person on board) berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, dua awak kapal dilaporkan meninggal dunia (mualim II dan juru minyak III)," kata Kepala Kantor UPP Kelas II Raha Hamjan dalam keterangan yang dikonfirmasi di Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/9/2026).

Selain dua korban meninggal, empat awak kapal menjalani perawatan intensif di RSUD Baharuddin, Kabupaten Muna, sedangkan tujuh awak lainnya dilaporkan selamat.

Muatan Bergeser Diduga Picu Kebocoran Bahan Kimia

Berdasarkan laporan awal, LCT Legenda Nusantara 699 yang berlayar dengan rute Jakarta-Morowali mengalami guncangan akibat gelombang dari arah samping hingga menyebabkan muatannya bergeser.

Pergeseran muatan tersebut diduga menyebabkan tangki IBC berisi bahan kimia mengalami kebocoran.

Cairan yang bocor kemudian mengenai bagian kapal berbahan pelat besi serta palet atau tangki lainnya hingga menimbulkan asap pekat dan memicu nyala api.

"Begitu menerima informasi kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan upaya untuk melakukan evakuasi terhadap seluruh awak kapal. Keselamatan dan penyelamatan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan ini," ujar Hamjan.

UPP Kelas II Raha berkoordinasi dengan Polres Muna, Pol Air Raha, Staf Operasi Basarnas Kendari, Wilker Tampo UPP Raha, serta instansi terkait dalam proses penanganan kecelakaan.

"Setelah seluruh awak kapal berhasil dievakuasi, kami memastikan para korban mendapatkan penanganan medis sesuai dengan kondisi masing-masing. Kami juga terus memantau perkembangan kondisi mereka," lanjut Hamjan.

Kapal Tenggelam dan Bahan Kimia Tumpah ke Laut

Setelah kebakaran, LCT Legenda Nusantara 699 dilaporkan tenggelam dan muatan bahan kimianya tumpah ke perairan.

Ditjen Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dan menangani dampak tumpahan bahan kimia terhadap lingkungan laut.

Pihak berwenang juga masih mendalami penyebab pasti kematian dua awak kapal melalui pemeriksaan lanjutan dan pengumpulan keterangan.

Hamjan meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai insiden tersebut hingga hasil resmi penyelidikan diterbitkan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026