HOME  ⁄  Nasional

BKSDA Selamatkan Induk dan Anak Orangutan yang Terkepung Karhutla di Kotawaringin Timur

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BKSDA Selamatkan Induk dan Anak Orangutan yang Terkepung Karhutla di Kotawaringin Timur
Foto: (Sumber :Proses evakuasi induk dan anak orang utan yang sempat terjebak karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu malam (2/9/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi.)

Pantau - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menyelamatkan induk dan anak orangutan yang bertahan di atas pohon di tengah lahan gambut bekas kebakaran di Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan informasi keberadaan orangutan tersebut pertama kali diterima dari anggota TNI yang sedang melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Awalnya kami mendapat laporan dari anggota TNI bernama Husin yang sedang melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ada satu individu orangutan yang terjebak di areal bekas kebakaran,” kata Muriansyah di Sampit, Kamis (3/9/2026).

BKSDA bersama anggota TNI kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan keberadaan satwa dilindungi tersebut dan melakukan proses penyelamatan.

Evakuasi berlangsung sekitar 47 menit pada pukul 21.00 hingga 21.47 WIB sebelum induk dan anak orangutan berhasil diamankan dari lokasi yang masih dikepung sisa kebakaran.

Orangutan Diperiksa sebelum Dilepasliarkan

Setelah dievakuasi, kedua orangutan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan Orangutan Foundation International (OFI).

“Kalau misalkan sehat, maka orangutan ini akan segera kami lepasliarkan. Biasanya ada dua lokasi yang menjadi pilihan, yakni Taman Nasional Tanjung Puting dan Suaka Margasatwa di Lamandau,” kata Muriansyah.

Induk orangutan tersebut diberi nama Raya, sedangkan anaknya dinamai Rayu berdasarkan lokasi penyelamatan di kawasan Jalan Sawit Raya.

Dokter Hewan Ichlasul Khaerul mengatakan kondisi kedua orangutan secara umum masih baik setelah proses evakuasi.

“Alhamdulillah, setelah kami melakukan evakuasi, evaluasi dan observasi terhadap orangutan yang kami rescue kondisinya masih terlihat baik,” ucap Ichlasul.

Raya dan Rayu Terpapar Asap Karhutla

Ichlasul mengatakan Raya dan Rayu kemungkinan terpapar asap karena sejumlah lokasi di sekitar tempat keduanya ditemukan terdampak kebakaran.

“Paparan asap tentunya ada karena kami melihat beberapa lokasi terkena dampak kebakaran. Namun kondisinya tidak begitu parah dan masih tergolong rendah,” ujar Ichlasul.

Kondisi kedua orangutan yang masih aktif dan mampu memberikan respons menjadi salah satu indikator awal bahwa dampak paparan asap belum tergolong berat.

Pemeriksaan fisik juga tidak menemukan luka bakar, luka terbuka, maupun cedera akibat benturan, patahan pohon, atau benda lain pada tubuh kedua orangutan.

Hasil pemeriksaan memperkirakan Raya berusia sekitar 20 tahun, sedangkan Rayu yang berjenis kelamin betina diperkirakan berusia sekitar satu tahun.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026