HOME  ⁄  Nasional

Korban Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Capai 566 Orang, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Menyeluruh

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Korban Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Capai 566 Orang, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Menyeluruh
Foto: (Sumber :Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri. Foto: Arief/Karisma.)

Pantau - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kasus dugaan keracunan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan menimpa 566 penerima manfaat.

Abidin meminta penanganan medis terhadap para korban menjadi prioritas sebelum pemerintah melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

“Tentu yang penting bagaimana mereka yang terindikasi keracunan MBG tersebut cepat ditangani tim medis, untuk upaya penyelamatan dan kesembuhannya dulu,” ujar Abidin dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

BGN Diminta Cari Akar Persoalan

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu meminta Kepala BGN melakukan evaluasi menyeluruh setelah penanganan korban untuk mengetahui akar persoalan yang menyebabkan kasus dugaan keracunan MBG kembali terjadi.

Menurut Abidin, evaluasi diperlukan agar pemerintah dapat menentukan langkah perbaikan dan pencegahan secara efektif.

“Ya tentu sanksi terhadap kasus ini perlu. Namun, evaluasi menyeluruh diperlukan agar kasus keracunan MBG tidak terus terjadi,” tegas Abidin.

Ia menilai pelaksanaan MBG sebagai salah satu program unggulan pemerintah perlu dibenahi secara serius karena keberhasilannya tidak hanya ditentukan jumlah penerima manfaat, tetapi juga keamanan dan kualitas makanan.

“Kami berharap kasus keracunan MBG di Sidoarjo menjadi yang terakhir. Ke depan, hal ini tidak terjadi lagi,” tandas Abidin.

Operasional SPPG Kalitengah Dihentikan Sementara

Wakil Gubernur Jawa Timur sebelumnya menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, setelah muncul kasus dugaan keracunan di lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, jumlah penerima MBG yang diduga mengalami keracunan mencapai 566 orang.

Jumlah tersebut bertambah setelah 35 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dievakuasi ke rumah sakit pada Rabu siang.

Abidin meminta kasus tersebut dijadikan momentum bagi BGN untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh rantai penyediaan makanan dalam program MBG.

Pengawasan tersebut mencakup proses pengolahan makanan, kualitas bahan pangan, hingga distribusi kepada penerima manfaat untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026