
Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercayakan Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk mewakili daerah dalam lomba desa mitigasi stunting tingkat nasional pada 2026 setelah desa tersebut dinilai berhasil menjalankan berbagai program pencegahan dan penanganan tengkes.
Desa Kahala sebelumnya meraih juara pertama Lomba Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan, Pencegahan, dan Penanganan Stunting tingkat Provinsi Kaltim 2026.
"Selain itu, Desa Kahala juga menjadi juara 1 Lomba Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan, Pencegahan, dan Penanganan Stunting tingkat Provinsi Kaltim 2026," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Siti Sugiyanti saat dihubungi dari Samarinda, Kamis (3/9/2026).
DPMPD Kaltim saat ini berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mempersiapkan kebutuhan Desa Kahala dalam mengikuti lomba tingkat nasional, mulai dari aspek teknis hingga jadwal penilaian.
Enam Inovasi Disatukan dalam Kahala Ceria
Upaya mitigasi stunting di Desa Kahala dijalankan melalui enam inovasi yang dihimpun dalam program Kahala Ceria atau Keluarga Kahala Cegah Stunting Ibu dan Anak Sehat Bahagia.
"Enam inovasi tersebut meliputi Inovasi Pangan Lokal, Dapur Sehat Desa, Program Seluang, Posyandu Gembira, Posyandu Kawasan Ramah Anak, dan Inovasi Terpadu Pencegahan Stunting," ujar Siti.
Inovasi Pangan Lokal mengoptimalkan bahan pangan yang tersedia di Desa Kahala untuk menyediakan makanan bergizi dan beragam bagi keluarga melalui identifikasi bahan pangan, edukasi gizi seimbang, pengolahan pangan, hingga demonstrasi menu sehat.
Dapur Sehat Desa ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menyiapkan makanan yang aman, bergizi, serta sesuai kebutuhan ibu dan anak.
Program Seluang berfokus memperkuat dukungan terhadap keluarga melalui penetapan sasaran berdasarkan data, pendampingan, edukasi, koordinasi kader, serta pemantauan dan tindak lanjut.
Posyandu Gembira dikembangkan untuk menciptakan pelayanan yang ramah, edukatif, menarik, dan menyenangkan sehingga keluarga terdorong datang secara rutin untuk melakukan penimbangan, pengukuran, pencatatan, serta mengikuti edukasi dan aktivitas bermain.
Posyandu Kawasan Ramah Anak diarahkan untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang aman, nyaman, dan bersih melalui penyediaan area aman, permainan edukatif, stimulasi, serta edukasi mengenai pengasuhan dan keselamatan anak.
"Adapun Inovasi Terpadu Pencegahan Stunting, menjadi payung koordinasi yang menghubungkan data sasaran, pelayanan kesehatan, intervensi gizi, pengasuhan, lingkungan, hingga tindak lanjut bagi keluarga berisiko stunting," kata Siti.
Kondisi Anak Berisiko Stunting Terus Membaik
Menurut DPMPD Kaltim, terdapat 25 anak berisiko stunting di Desa Kahala pada 2025, termasuk dua anak yang mengalami stunting.
Anak-anak tersebut mendapatkan penanganan rutin hingga pemberian makanan tambahan sebagai bagian dari intervensi yang dilakukan desa.
Perkembangan terbaru menunjukkan kondisi mereka terus membaik dengan adanya peningkatan berat badan.
Keberhasilan menjalankan berbagai intervensi tersebut menjadi bagian dari upaya Desa Kahala dalam mencegah dan menangani stunting sekaligus mempersiapkan diri mewakili Kalimantan Timur pada kompetisi tingkat nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




