HOME  ⁄  Nasional

Anak Mantan Gubernur NTB Membantah Terlibat Pembiayaan Rp11 Miliar PT Carsten

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Anak Mantan Gubernur NTB Membantah Terlibat Pembiayaan Rp11 Miliar PT Carsten
Foto: Abdul Hanan selaku kuasa hukum Direktur Utama PT SEG tahun 2022 hingga April 2023, Muhammad Ihsan yang ditemui usai memberikan pendampingan pemeriksaan kasus pembiayaan modal kerja Rp11 miliar PT Carsten di Gedung Kejati NTB, Senin sore 7/9/2026 (sumber: ANTARA/Dhimas B.P)

Pantau - Muhammad Ihsan, anak mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, melalui kuasa hukumnya membantah terlibat dalam pembiayaan modal kerja PT Carsten Group Indonesia senilai Rp11 miliar yang tengah disidik Kejaksaan Tinggi NTB.

Kuasa hukum Ihsan, Abdul Hanan, menyampaikan bantahan tersebut setelah mendampingi pemeriksaan kliennya di Gedung Kejati NTB pada Senin sore.

Ihsan diperiksa penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati NTB dalam kapasitas sebagai saksi terkait posisinya sebagai Direktur Utama PT Samota Enduro Gemilang (SEG) pada 2022 hingga April 2023.

Ihsan Disebut Sudah Mundur Sebelum Pembiayaan

Hanan menjelaskan Ihsan telah mengundurkan diri sebagai Direktur Utama PT SEG pada April 2023 untuk melanjutkan pendidikan S2 di Inggris.

"Jadi, ketika ada pembiayaan itu, klien kami sudah tidak menjabat. Dia mengundurkan diri April 2023 karena lanjut S2 (Strata 2) ke Inggris, makanya dia tidak tahu menahu soal Carsten," ungkap Hanan.

Menurut Hanan, pengunduran diri Ihsan tersebut telah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Setelah Ihsan mengundurkan diri, jabatan Direktur Utama PT SEG kemudian dipegang Taufan Rahmadi.

"Jadi, selesai klien kami, direktur utamanya Taufan Rahmadi," kata Hanan.

Atas pergantian tersebut, Hanan kembali menegaskan kliennya tidak mengetahui kerja sama antara PT SEG dan PT Carsten terkait pembiayaan modal kerja dari PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah NTB pada 2023 senilai Rp11 miliar.

Penyidik Mengajukan 24 Pertanyaan

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengajukan 24 pertanyaan kepada Ihsan.

Pertanyaan antara lain menyangkut ada atau tidaknya hubungan Ihsan dengan pembiayaan tersebut serta akta pendirian PT SEG karena Ihsan merupakan orang pertama yang menjabat sebagai direktur utama perusahaan tersebut.

"Ada 24 pertanyaan, menyangkut ada atau tidak kaitannya dengan pinjaman, tapi itu klien kami tidak tahu menahu. Soal lainnya, ya akta pendirian PT SEG, karena klien kami yang pertama jabat direktur utama," ungkap Hanan.

Juru Bicara Kejati NTB Harun Al Rasyid membenarkan Ihsan menjalani pemeriksaan dengan didampingi kuasa hukum.

"Iya, betul. Diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dalam kasus PT Carsten," kata Harun.

Pemeriksaan berlangsung sejak Senin sekitar pukul 10.00 WITA hingga 16.00 WITA dengan jeda istirahat pada siang hari.

"Baru sore ini selesai, diperiksa dari pagi tadi. Siangnya sempat istirahat dan lanjut lagi," ungkap Harun.

Pembiayaan Berkaitan dengan Penyelenggaraan MXGP

Dalam perkara tersebut, PT SEG diketahui menjadi pelaksana kegiatan Motocross Grand Prix (MXGP) di Pulau Lombok dan Sumbawa pada 2023.

Anggaran kegiatan tersebut bersumber dari pembiayaan modal kerja PT Carsten.

PT BPD Syariah NTB memberikan pembiayaan modal kerja senilai Rp11 miliar kepada PT Carsten untuk mendukung penyelenggaraan ajang olahraga ekstrem berskala internasional tersebut.

Dalam komitmen dukungan pembiayaan itu, BPD Syariah NTB, PT SEG, dan PT Carsten tercatat menandatangani dokumen pada 5 Juni 2023.

Dokumen tersebut ditandatangani Kukuh Rahardjo selaku direktur bank daerah, Taufan Rahmadi selaku Direktur PT SEG, dan Abdul Ghany Kusumah selaku Direktur PT Carsten Group Indonesia.

Dalam proses penyidikan, jaksa telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk para pihak yang menandatangani dokumen komitmen tersebut.

Terkait dugaan kerugian negara dalam kasus pembiayaan modal kerja tersebut, Kejati NTB masih berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hingga pemeriksaan Ihsan selesai, Kejati NTB belum menyampaikan nilai kerugian keuangan negara berdasarkan hasil penghitungan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026