HOME  ⁄  Nasional

Rektor Unhas Minta Pusat Studi Kepolisian Fokus Cari Solusi Pengeboman Ikan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rektor Unhas Minta Pusat Studi Kepolisian Fokus Cari Solusi Pengeboman Ikan
Foto: (Sumber :Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa serta Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro. menandatangani kesepakatan pembentukan Pusat Studi Kepolisian Unhas, di Makassar, Sulsel, Rabu (9/9/2026). ANTARA/HO-Unhas.)

Pantau - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa meminta Pusat Studi Kepolisian Unhas yang baru diresmikan menjadikan praktik pengeboman ikan di perairan sebagai salah satu fokus awal kajian untuk mencari solusi berbasis riset dan lintas disiplin ilmu.

Jamaluddin mengatakan pembentukan Pusat Studi Kepolisian menjadi capaian penting bagi Unhas yang menggagas pusat studi kepolisian di lingkungan kampus.

Fakultas Hukum Unhas dipercaya menjadi basis utama pusat studi tersebut, tetapi kajian akan melibatkan berbagai bidang keilmuan karena persoalan keamanan dan sosial membutuhkan pendekatan lintas disiplin.

Menurut Jamaluddin, sejumlah persoalan seperti kenakalan remaja, balap liar, masalah lingkungan, hingga keamanan wilayah perairan dapat menjadi objek kajian pusat studi tersebut.

Pengeboman Ikan Jadi Perhatian Khusus

Praktik pengeboman ikan menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian khusus Jamaluddin karena membutuhkan penyelesaian yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum.

“Bagaimana menyelesaikan pengeboman ikan di perairan. Kita tidak hanya mengkaji pasalnya, tetapi bagaimana pusat studi ini bisa menjadikan persoalan tersebut sebagai fokus kajian utama dan mencari solusi dengan pendekatan disiplin ilmu dan lintas disiplin,” tegasnya.

Pusat Studi Kepolisian Unhas diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan kepolisian untuk mengkaji berbagai persoalan keamanan dan sosial dengan pendekatan berbasis riset.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam penanganan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Kapolda Sulsel Dorong Kebijakan Berbasis Data

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro berharap penelitian dari Pusat Studi Kepolisian Unhas dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan serta pelaksanaan tugas kepolisian.

“Setiap hasil penelitian dari pusat studi akan menjadi acuan kami. Jadi, kita tidak hanya berdasarkan rutinitas dan pengalaman, tetapi berpacu pada data dan hasil penelitian,” ujarnya.

Djuhandhani mengatakan pelanggaran di wilayah perairan, termasuk praktik pengeboman ikan, merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan penanganan bersama.

Kepolisian telah melakukan sejumlah langkah mulai dari sosialisasi hingga pemantauan, tetapi masih diperlukan kajian untuk menemukan solusi yang lebih efektif.

Kolaborasi kepolisian dan akademisi dinilai penting agar kebijakan penanganan masalah keamanan dapat disusun berdasarkan data serta hasil penelitian.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026