
Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah dan masyarakat memperkuat pembinaan remaja menyusul penemuan jasad bayi yang terkubur di area perkebunan Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Netty menilai keterlibatan orang berusia muda dalam kasus tersebut menjadi sinyal bahwa pembinaan remaja dan ketahanan keluarga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.
“Ini adalah tragedi yang sangat memprihatinkan. Seorang bayi kehilangan kesempatan untuk hidup dan tumbuh. Apabila terdapat pelanggaran hukum dan unsur kekerasan, proses hukum harus berjalan secara tegas,” ujarnya.
Berdasarkan informasi sementara, kepolisian telah mengamankan dua orang yang diduga terkait dengan kasus tersebut dan salah satunya masih berusia 17 tahun.
DPR Dorong Edukasi Kesehatan Reproduksi
Netty menilai edukasi kesehatan reproduksi yang tepat dan sesuai dengan tingkatan usia penting diberikan agar generasi muda tidak mendapatkan informasi yang keliru.
“Remaja membutuhkan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan risiko dari perilaku yang membahayakan masa depan mereka. Jangan sampai mereka mencari informasi dari sumber yang keliru tanpa pendampingan yang baik,” kata dia.
Menurut Netty, keluarga harus menjadi benteng utama dalam membimbing dan menjaga remaja ketika menghadapi berbagai persoalan.
“Jangan sampai mereka mencari informasi dari sumber yang keliru tanpa pendampingan yang baik. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak sangat diperlukan agar remaja tidak menghadapi persoalan besar sendirian,” katanya.
Pemerintah hingga Sekolah Diminta Perkuat Sinergi
Netty mendorong pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, dan tenaga kesehatan memperkuat sinergi dalam program pembinaan remaja serta pembangunan keluarga sebagai langkah pencegahan.
“Pencegahan harus dimulai dari keluarga, diperkuat melalui sekolah dan masyarakat, serta didukung program pemerintah. Tragedi ini harus menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih serius menjaga masa depan anak-anak Indonesia,” kata Netty.
Ia menekankan pembinaan remaja membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar generasi muda memperoleh pendampingan dan informasi yang tepat.
- Penulis :
- Aditya Yohan




