
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berada pada Level III atau Siaga karena probabilitas terjadinya letusan lanjutan dinilai masih tinggi.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan status tersebut ditetapkan berdasarkan hasil analisis komprehensif Badan Geologi terhadap perkembangan dan dinamika aktivitas vulkanisme Gunung Anak Krakatau.
"Berdasarkan perkembangan aktivitas tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga). Probabilitas terjadinya letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya dinilai masih tinggi," kata dia.
Erupsi Strombolian Terjadi 14 Kali
Berton menjelaskan Gunung Anak Krakatau sebelumnya mengalami periode erupsi secara menerus selama sekitar 25 jam sejak 4 September 2026 dan periode tersebut kini telah berakhir.
Meski erupsi menerus berakhir, aktivitas Gunung Anak Krakatau kemudian beralih memasuki fase erupsi Strombolian episodik.
Hingga Jumat (11/9/2026) pagi, erupsi Strombolian episodik tercatat telah terjadi sebanyak 14 kali.
Hasil evaluasi kegempaan menunjukkan aktivitas gempa vulkanik dangkal mengalami penurunan, sedangkan gempa vulkanik dalam justru meningkat.
Peningkatan gempa vulkanik dalam tersebut mengindikasikan suplai magma dari kedalaman masih berlangsung.
Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada periode 10–11 September 2026 mencatat satu kali gempa erupsi dan 21 kali gempa Low Frequency.
Pada periode yang sama, aktivitas kegempaan juga terdiri atas 13 kali gempa Hybrid, 28 kali gempa Vulkanik Dangkal, dan 18 kali gempa Vulkanik Dalam.
Selain berbagai jenis gempa tersebut, aktivitas tremor menerus juga masih terpantau di Gunung Anak Krakatau.
BNPB Tetapkan Radius Aman Tiga Kilometer
BNPB mengingatkan masyarakat terhadap sejumlah ancaman bahaya akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, mulai dari lontaran batu pijar hingga hujan abu lebat.
Potensi aliran lava juga perlu diwaspadai apabila Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi secara menerus.
Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
BNPB secara khusus meminta masyarakat di kawasan pesisir Banten dan Lampung tetap tenang serta menjalankan aktivitas secara normal dengan terus memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak memercayai isu mengenai tsunami yang dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau apabila informasi tersebut tidak berasal dari kanal resmi pemerintah.
Status Level III atau Siaga tetap diberlakukan karena aktivitas kegempaan, suplai magma dari kedalaman, erupsi Strombolian episodik, dan probabilitas letusan lanjutan masih memerlukan kewaspadaan meski fase erupsi menerus telah berakhir.
- Penulis :
- Arian Mesa




