
Pantau - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi langkah serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang mulai duduk bersama membahas draf Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker).
Apresiasi tersebut disampaikan Sigit dalam Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat.
Sigit menilai pembahasan bersama antara serikat pekerja dan pengusaha menjadi perkembangan positif yang perlu terus dipertahankan dalam menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial.
"Saya sangat senang mendengar bahwa pembicaraan terkait dengan draf UU Ciptaker dimulai dengan pembicaraan bersama antara teman-teman dari serikat pekerja dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Ini adalah permulaan yang sangat baik dan tentunya harus dipertahankan," katanya dikutip dari keterangan resmi.
Dialog Jadi Kunci Penyelesaian Persoalan Ketenagakerjaan
Sigit mengatakan perbedaan pandangan antara pekerja dan pengusaha merupakan sesuatu yang wajar dalam hubungan industrial.
Menurutnya, perbedaan tersebut tidak seharusnya menghalangi kedua pihak untuk mencari penyelesaian terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Ia menekankan setiap persoalan hubungan industrial perlu diselesaikan melalui dialog dan musyawarah dengan tetap memperhatikan hak-hak buruh serta keberlangsungan perusahaan.
Sigit menilai keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan perusahaan semakin penting di tengah dinamika ekonomi dan kondisi geopolitik global yang turut memengaruhi dunia usaha serta sektor ketenagakerjaan di Indonesia.
Karena itu, Sigit mengingatkan kalangan pengusaha agar tidak sekadar memandang pekerja sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai aset, mitra, dan bagian dari keluarga besar perusahaan.
Upaya meningkatkan kesejahteraan buruh, menurut Sigit, harus berjalan beriringan dengan menjaga perusahaan agar tetap hidup dan berkembang.
"Kalau kita bicara kesejahteraan buruh, perusahaannya juga harus tetap hidup dan berkembang. Di situlah kita harus menemukan titik keseimbangan untuk kepentingan bersama," katanya.
Kolaborasi Diharapkan Buka Lebih Banyak Lapangan Kerja
Sigit optimistis Indonesia akan semakin kuat apabila pemerintah, pengusaha, investor, dan pekerja mampu menjaga komunikasi serta bekerja bersama menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan ketenagakerjaan.
Kolaborasi seluruh unsur tersebut diyakini dapat memperkuat program hilirisasi sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sigit menilai semangat kebersamaan antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan pekerja menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung Indonesia mencapai status negara maju.
"Dengan semangat kebersamaan antara pengusaha, investor, buruh dan pemerintah, kita yakin Indonesia bisa mencapai cita-citanya menjadi negara maju," katanya.
- Penulis :
- Arian Mesa




