
Pantau - Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) telah menahan empat prajurit terkait dugaan kekerasan terhadap Serda AMF yang meninggal dunia pada Kamis (10/9/2026).
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana memastikan keempat prajurit tersebut telah ditahan dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
"Sudah ditahan," kata Nyoman saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Nyoman membantah Serda AMF meninggal akibat penganiayaan dan menyatakan korban meninggal ketika menjalani kegiatan yang disebut sebagai "pembinaan".
Namun, TNI AU belum memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai kegiatan "pembinaan" tersebut maupun kronologi lengkap yang menyebabkan Serda AMF meninggal dunia.
Pomau Periksa Sejumlah Saksi
Pomau masih menyelidiki dugaan kekerasan yang dialami Serda AMF untuk mengungkap kronologi dan fakta terkait kejadian tersebut.
"Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) saat ini tengah menyelidiki dugaan kekerasan yang dialami Serda AMF untuk mengungkap secara utuh kronologi serta fakta-fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut," kata Nyoman dalam keterangan yang diterima Jumat (11/9/2026).
Sejumlah saksi telah diperiksa Pomau untuk mengetahui kronologi kejadian serta penyebab dugaan kekerasan tersebut.
TNI AU Pastikan Proses Hukum Berjalan
TNI AU memastikan penyelidikan terhadap kasus yang menewaskan Serda AMF akan terus dilakukan oleh Pomau.
Proses hukum tersebut dipastikan berjalan secara independen, profesional, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Hingga Sabtu, penyelidikan masih berlangsung dan TNI AU belum mengungkap identitas empat prajurit yang telah ditahan maupun hasil pemeriksaan para saksi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




