
Pantau - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta pemerintah segera menuntaskan pembebasan lahan Bendungan Cibeet di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang hingga kini baru mencapai sekitar 10 persen dan berisiko menghambat target penyelesaian proyek pada 2028.
Lahan yang telah dibebaskan bahkan belum mencukupi kebutuhan area pondasi sehingga pekerjaan konstruksi Bendungan Cibeet belum dapat berjalan secara optimal.
“Kalau lahannya tidak beres, konstruksi tidak mungkin dilanjutkan. Jadi ini segera minta diselesaikan,” kata Lasarus.
Pernyataan itu disampaikan Lasarus saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI untuk meninjau Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di wilayah Bogor Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026.
Pembebasan Lahan Cibeet Jadi Persoalan Mendesak
Lasarus menilai penyelesaian pembebasan lahan harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena ketersediaan lahan menjadi prasyarat untuk melanjutkan konstruksi sesuai rencana.
Salah satu persoalan yang perlu segera diselesaikan adalah proses pembebasan tanah milik masyarakat agar keterlambatan tidak memengaruhi target penyelesaian proyek secara keseluruhan.
Kondisi Bendungan Cibeet berbeda dengan Bendungan Cijurey yang turut ditinjau Komisi V DPR RI dalam kunjungan tersebut.
Bendungan Cijurey yang menjadi bagian dari proyek Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum telah mencatat progres pembebasan lahan sekitar 99 persen.
Dengan hampir seluruh kebutuhan lahan tersedia, pembangunan Bendungan Cijurey dinilai relatif lebih siap dilanjutkan dengan tetap memastikan keberlanjutan pekerjaan konstruksi dan dukungan anggaran.
Lasarus juga menyoroti Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey yang hingga kini belum masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional atau PSN.
Kondisi tersebut membuat pembebasan lahan kedua bendungan masih mengandalkan anggaran reguler Kementerian Pekerjaan Umum.
Khusus Bendungan Cibeet, kebutuhan anggaran pembebasan lahan diperkirakan lebih dari Rp7 triliun, sedangkan biaya konstruksinya sekitar Rp5 triliun.
Dengan kebutuhan tersebut, total anggaran untuk pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi Bendungan Cibeet mencapai lebih dari Rp10 triliun.
“Tentu kami berharap dengan kedatangan kami ke sini, ini memastikan proyek ini tetap berjalan, segera bisa diselesaikan, dan ini cepat bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat khususnya,” ungkap Lasarus.
Bendungan Cibeet Diharapkan Tambah Pasokan Air Karawang
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey memiliki manfaat strategis untuk mendukung ketahanan pangan, pengendalian banjir, serta pemenuhan kebutuhan air di Jawa Barat.
Keberadaan kedua bendungan juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan air sektor industri setelah kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Lasarus secara khusus menyoroti kawasan Karawang sebagai salah satu pusat industri yang terus berkembang sehingga membutuhkan pasokan air semakin besar.
Menurut informasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disampaikan Lasarus, pasokan air dari Bendungan Jatiluhur saat ini semakin terbatas sehingga Bendungan Cibeet diharapkan menjadi salah satu sumber tambahan.
“Karawang itu daerah industri, butuh suplai air dan sekarang katanya menurut informasi dari Pemda Jawa Barat, suplai dari Jatiluhur juga sudah menipis. Jadi mengharapkan nanti juga suplai dari sini setelah kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata Lasarus.
Dengan manfaat tersebut, Lasarus menegaskan pembangunan Bendungan Cibeet perlu terus dikawal, terutama penyelesaian pembebasan lahan yang baru mencapai sekitar 10 persen agar konstruksi dapat kembali berjalan optimal.
Penyelesaian proyek Bendungan Cibeet diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, membantu pengendalian banjir, memenuhi kebutuhan air masyarakat, serta menyediakan tambahan pasokan air bagi sektor industri di Jawa Barat.
- Penulis :
- Arian Mesa




