
Pantau - Komisi V DPR RI meminta keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas dalam setiap penyesuaian operasional KRL Commuter Line relasi Bogor, termasuk pengurangan 17 perjalanan pada 7 hingga 30 September 2026 untuk perawatan rutin.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menyampaikan perhatian tersebut saat Kunjungan Kerja Spesifik dalam rangka meninjau sarana dan prasarana kereta api di Kota Bogor pada Jumat (11/9/2026).
Komisi V menilai setiap perubahan perjalanan perlu disertai langkah antisipasi yang matang karena Stasiun Bogor memiliki pergerakan penumpang yang tinggi.
"Stasiun Bogor menempati urutan pertama sebagai stasiun tersibuk dengan melayani 18,45 juta pergerakan penumpang pada Semester I 2026 atau rata-rata 109.000an pelanggan per hari, sehingga setiap penyesuaian perjalanan harus diikuti langkah antisipasi yang matang," tegasnya.
Ridwan juga menyoroti peran strategis Bogor Line sebagai salah satu tulang punggung mobilitas harian masyarakat menuju Jakarta.
Total pergerakan penumpang di jalur tersebut tercatat mencapai 78,08 juta orang.
Lonjakan Penumpang Menuntut Infrastruktur Andal
Ridwan mengatakan tren peningkatan jumlah penumpang yang berlangsung konsisten sejak 2022 perlu diimbangi dengan keandalan infrastruktur perkeretaapian.
Sejumlah proyek pengembangan dilakukan mulai dari perbaikan jalur rel, listrik aliran atas, fasilitas MEP, hingga pemasangan kanopi peron.
"Sejumlah proyek pengembangan seperti perbaikan jalur rel, listrik aliran atas, fasilitas MEP, hingga pemasangan kanopi peron seluruhnya perlu melewati uji beban serta uji coba operasional menuju penyelesaian total pada pertengahan 2026," lanjutnya.
Komisi V menilai pengujian terhadap berbagai sarana dan prasarana tersebut diperlukan sebelum seluruh fasilitas digunakan secara optimal untuk melayani masyarakat.
Ridwan juga menyoroti langkah PT KAI bersama Kementerian Perhubungan dalam mempersiapkan konektivitas langsung antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang.
Interkoneksi kedua stasiun tersebut diharapkan dapat memperlancar perpindahan penumpang menuju KA Pangrango maupun moda transportasi daerah.
Pengembangan juga mencakup peningkatan peron agar mampu melayani rangkaian KRL dengan formasi hingga 12 kereta.
Pengurangan 17 Perjalanan KRL Diminta Diantisipasi
Komisi V memberikan perhatian terhadap pengurangan 17 perjalanan KRL relasi Bogor selama periode 7 hingga 30 September 2026 yang dilakukan untuk kebutuhan perawatan rutin.
"Namun demikian, terkait pengurangan 17 perjalanan KRL relasi Bogor mulai 7 hingga 30 September 2026 untuk perawatan rutin, kami mendorong perumusan solusi konkret serta sosialisasi intensif kepada masyarakat," imbuhnya.
Komisi V meminta dampak penyesuaian tersebut terhadap mobilitas masyarakat dapat diantisipasi melalui solusi yang konkret.
Sosialisasi kepada pengguna KRL juga dinilai penting agar masyarakat mengetahui perubahan perjalanan dan dapat menyesuaikan rencana mobilitas selama periode perawatan.
Besarnya jumlah pengguna Stasiun Bogor menjadi salah satu pertimbangan DPR dalam meminta penyesuaian perjalanan dilakukan dengan perencanaan yang matang.
Komisi V Akan Kawal Penataan Sarana Perkeretaapian
Komisi V DPR memastikan akan terus mengawal penataan sarana dan prasarana perkeretaapian agar keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Peninjauan langsung ke Stasiun Bogor dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi fasilitas dan pelayanan transportasi kereta api di kawasan tersebut.
Hasil kunjungan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk mendukung layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka




