HOME  ⁄  Nasional

Ketua Komisi VI DPR Sebut Indonesia Tak Lagi Impor Beras sebagai Prestasi Luar Biasa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ketua Komisi VI DPR Sebut Indonesia Tak Lagi Impor Beras sebagai Prestasi Luar Biasa
Foto: (Sumber :Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini dalam kunjungan di Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bulog di Jakarta, Senin (14/9/2026). ANTARA/Harianto..)

Pantau - Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini menilai keberhasilan Indonesia tidak melakukan impor beras pada 2025 dan 2026 sebagai prestasi luar biasa setelah kebutuhan nasional sebelumnya masih dipenuhi melalui pasokan dari luar negeri.

Anggia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perubahan dalam tata kelola pangan nasional karena kebutuhan beras dapat dipenuhi sekaligus dengan memperkuat penyerapan produksi petani dalam negeri.

"Ini menarik sekali ya karena kebutuhan beras itu dari beberapa waktu yang lalu sebelum hari ini, kita selalu impor. Selalu impor. Hanya mulai 2025 tidak impor, 2026 tidak impor. Ini prestasi yang luar biasa menurut saya," kata Anggia saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Anggia, Indonesia masih mengimpor beras sekitar 2 juta ton pada 2024 sebelum memperkuat produksi nasional dan tidak melakukan impor pada 2025 hingga 2026.

DPR Dorong Kemandirian Pangan Dipertahankan

Anggia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan penyerapan hasil panen petani berjalan baik sehingga produksi dalam negeri semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Karena 2024 seingat saya masih 2 juta kalau enggak salah (impor beras). Masih impor dan kalau hari ini tidak impor. (Tetapi) menyerap (hasil produksi) petani, menyerap hasil para petani, itu luar biasa," ujar Anggia.

Menurut dia, momentum tidak melakukan impor beras perlu dipertahankan untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

Pengelolaan cadangan beras serta dukungan berkelanjutan kepada petani untuk meningkatkan produksi menjadi bagian penting dalam menjaga capaian tersebut.

Stok Beras Bulog Capai 4,7 Juta Ton

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog mencapai sekitar 4,7 juta ton per 14 September 2026.

Jumlah tersebut turun dibandingkan stok sebelumnya yang berada pada kisaran 5,4 juta ton akibat penyaluran melalui berbagai program pangan pemerintah sepanjang tahun.

"Total stoknya beras Bulog sekarang yang ada di gudang sudah turun, yang kemarin 5,4 juta ton, sekarang tinggal 4,722 juta ton. Kenapa angkanya jadi turun? Karena sudah banyak yang didistribusikan," kata Rizal.

Selain beras, Indonesia disebut telah mencapai swasembada jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan pertanian.

“Ini luar biasa. Alhamdulillah dari 11 komoditas strategis ada delapan yang sudah swasembada,” kata Amran di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026